Pasca Andi mundur, tidak ada perpecahan di Demokrat
Senin, 10 Desember 2012 - 04:01 WIB
Pasca Andi mundur, tidak ada perpecahan di Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Pasca mundurnya Andi Mallarangeng dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) diprediksi akan menimbulkan perpecahan di tubuh partai berlambang mercy itu.
Pasalnya kekosongan posisi yang ditinggalkan Andi, tentu akan menjadi makanan empuk antar faksi yang ada di dalam PD. Hal ini yang dimungkinkan terciptanya konflik antar kader Demokrat.
Menanggapi hal ini, pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf meragukan jika di dalam partai tersebut akan timbul perpecahan.
"Enggaklah, kenapa harus ada perpecahan," kata Maswadi Rauf, saat dihubungi Sindonews, Minggu (9/12/2012) malam.
Maswadi mengungkapkan, mengenai masa depan Andi di Demokrat, tentunya hal itu tergantung dari keputusan partai tersebut. Apakah pria berdarah Bugis itu masih diakui sebagai kader atau malah dikeluarkan.
“Tergantung proses hukum, apa vonisnya bebas, nanti kan ditentukan dia masih sebagai kader Partai Demokrat atau tidak,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, yang jelas kemunduran diri Andi Mallarangeng saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus hambalang, dinilai sangat baik. Karena jarang ada pejabat yang berani melakukan hal itu. Mereka justru bersikeras mempertahankan jabatannya dan melakukan pembelaan terhadap dirinya.
“Satu-satunya pejabat yang berani mengundurkan diri, ya dia (Andi). Yang lain menganggap dirinya baik, padahal mereka telah dituduh disinyalir korupsi dan mereka tetap membela mati-matian dan terus ingin menjabat. Jadi membuat citra Andi semakin baik. Ini yang menimbulkan simpati di masyarakat,” pungkasnya.
Pasalnya kekosongan posisi yang ditinggalkan Andi, tentu akan menjadi makanan empuk antar faksi yang ada di dalam PD. Hal ini yang dimungkinkan terciptanya konflik antar kader Demokrat.
Menanggapi hal ini, pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf meragukan jika di dalam partai tersebut akan timbul perpecahan.
"Enggaklah, kenapa harus ada perpecahan," kata Maswadi Rauf, saat dihubungi Sindonews, Minggu (9/12/2012) malam.
Maswadi mengungkapkan, mengenai masa depan Andi di Demokrat, tentunya hal itu tergantung dari keputusan partai tersebut. Apakah pria berdarah Bugis itu masih diakui sebagai kader atau malah dikeluarkan.
“Tergantung proses hukum, apa vonisnya bebas, nanti kan ditentukan dia masih sebagai kader Partai Demokrat atau tidak,” ucapnya.
Lebih lanjut dia mengatakan, yang jelas kemunduran diri Andi Mallarangeng saat dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK terkait kasus hambalang, dinilai sangat baik. Karena jarang ada pejabat yang berani melakukan hal itu. Mereka justru bersikeras mempertahankan jabatannya dan melakukan pembelaan terhadap dirinya.
“Satu-satunya pejabat yang berani mengundurkan diri, ya dia (Andi). Yang lain menganggap dirinya baik, padahal mereka telah dituduh disinyalir korupsi dan mereka tetap membela mati-matian dan terus ingin menjabat. Jadi membuat citra Andi semakin baik. Ini yang menimbulkan simpati di masyarakat,” pungkasnya.
(maf)