Mundurnya Andi Mallarangeng, ringankan beban Demokrat
Senin, 10 Desember 2012 - 05:15 WIB
Mundurnya Andi Mallarangeng, ringankan beban Demokrat
A
A
A
Sindonews.com - Mundurnya Andi Mallarangeng dari Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) serta sebagai Sekretaris Dewan Pembina Partai Demokrat (PD), bukan menambah beban di tubuh partai berlambang bintang mercy itu.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf mengatakan, dengan pengunduran Andi dari Menpora dan struktur PD, justru akan mengurangi beban dari partai tersebut.
"Karena Andi Mallarangeng dinilai sebagai orang yang berani mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab atas tindakan yang dia lakukan, itu yang akan memberikan pengaruh kepada Partai Demokrat," kata Maswadi, saat dihubungi Sindonews, Minggu (9/12/2012) malam.
Maswadi menilai, dengan mundurnya Andi, sekaligus membuktikan bahwa partai berlambang bintang mercy itu masih mempunyai kader yang mau mampu mempertanggungjawabkan apa yang sudah terjadi dengan dirinya.
“Andi itu kan disebut sebagai ksatria karena telah mundur. Yang bertahan itu (diindikasi korupsi) malah jadi masalah, jadi akan semakin rugi Partai Demokrat, semakin merusak citra,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi proyek anggaran pembangunan sport centre di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
Pengamat politik Universitas Indonesia (UI) Maswadi Rauf mengatakan, dengan pengunduran Andi dari Menpora dan struktur PD, justru akan mengurangi beban dari partai tersebut.
"Karena Andi Mallarangeng dinilai sebagai orang yang berani mengakui kesalahannya dan bertanggung jawab atas tindakan yang dia lakukan, itu yang akan memberikan pengaruh kepada Partai Demokrat," kata Maswadi, saat dihubungi Sindonews, Minggu (9/12/2012) malam.
Maswadi menilai, dengan mundurnya Andi, sekaligus membuktikan bahwa partai berlambang bintang mercy itu masih mempunyai kader yang mau mampu mempertanggungjawabkan apa yang sudah terjadi dengan dirinya.
“Andi itu kan disebut sebagai ksatria karena telah mundur. Yang bertahan itu (diindikasi korupsi) malah jadi masalah, jadi akan semakin rugi Partai Demokrat, semakin merusak citra,” pungkasnya.
Seperti diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Andi Mallarangeng sebagai tersangka kasus korupsi proyek anggaran pembangunan sport centre di Bukit Hambalang, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
(maf)