Demokrat terkejut soal penetapan Andi
Sabtu, 08 Desember 2012 - 02:39 WIB
Demokrat terkejut soal penetapan Andi
A
A
A
Sindonews.com - Saat mendegar Menteri Andi Mallarangeng ditetapkan sebagi tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Partai Demokrat (PD) sempat kaget. Pasalnya, menteri asal PD itu merupakan orang terdekat Istana.
"Awalnya kita (Partai Demokrat) terkejut dengan status tersebut," kata Anggota Dewan Penasehat Partai Demokrat Ahmad Mubarok kepada Sindonews, Jumat (7/12/2012) malam.
Namun, dia menambahkan, jika diperhatian sebetulnya hal itu tidak ada yang mengejutkan. Karena, Andi merupakan seorang menteri yang membawahi proyek Hambalang tersebut. Tapi, hal itu belum diketahui secara detail.
"Hal itu wajar (Andi tersangka), karena jabtan Andi adalah Menpora (sebagai penanggung jawab proyek di Kemenpora). Tapi, kita belum mengetahui. Apakah uang itu benar-benar dimakan oleh Andi sendiri? atau ada pihak lain yang merasakan (uang korupasi Hambalang)," ujarnya.
Walau demikian, Mubarok tetap mengapresiasi sikap mantann Juru Bicar kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, yang berani mengundurkan diri saat tersangkut kasus korupsi.
"Kita tetap mengapresiasi mundurnya Andi. Karena tersangkut kasus (korupsi Hambalang) itu. Semoga sikap kooperatifnya itu sebagai contoh untuk para pejabar lain (yang tersangkut korupsi)," imbuhnya.
"Awalnya kita (Partai Demokrat) terkejut dengan status tersebut," kata Anggota Dewan Penasehat Partai Demokrat Ahmad Mubarok kepada Sindonews, Jumat (7/12/2012) malam.
Namun, dia menambahkan, jika diperhatian sebetulnya hal itu tidak ada yang mengejutkan. Karena, Andi merupakan seorang menteri yang membawahi proyek Hambalang tersebut. Tapi, hal itu belum diketahui secara detail.
"Hal itu wajar (Andi tersangka), karena jabtan Andi adalah Menpora (sebagai penanggung jawab proyek di Kemenpora). Tapi, kita belum mengetahui. Apakah uang itu benar-benar dimakan oleh Andi sendiri? atau ada pihak lain yang merasakan (uang korupasi Hambalang)," ujarnya.
Walau demikian, Mubarok tetap mengapresiasi sikap mantann Juru Bicar kepresidenan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu, yang berani mengundurkan diri saat tersangkut kasus korupsi.
"Kita tetap mengapresiasi mundurnya Andi. Karena tersangkut kasus (korupsi Hambalang) itu. Semoga sikap kooperatifnya itu sebagai contoh untuk para pejabar lain (yang tersangkut korupsi)," imbuhnya.
(mhd)