Tolak legalisasi aborsi & perkawinan sejenis
Jum'at, 07 Desember 2012 - 06:06 WIB
Tolak legalisasi aborsi & perkawinan sejenis
A
A
A
Sindonews.com - Legalisasi aborsi dan perkawinan sejenis yang direkomendasikan pemuda dunia, terkait dengan tuntutan yang diajukan dalam diskusi Global Youth Forum di Nusa Dua Bali, sangat bertentangan dengan kebudayaan Indonesia.
"Legalisasi aborsi dan perkawinan sejenis berlawanan dengan kultur dan nilai budaya yang berlaku di Indonesia," ujar delegasi DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Arifin, dalam rilis yang diterima oleh Sindonews, Kamis (6/12/2012).
Dia mengatakan, proses perumusan rekomendasi berjalan alot, terjadi tarik menarik diantara peserta Forum terkait isu hak orientasi sexual, dan aborsi bagi kaum muda.
"Sejumlah agenda yang sudah dibahas adalah youth empowerment (pemberdayaan pemuda) yang meliputi pendidikan kesehatan, kesejahteraan," tambahnya.
Ketua Umum KNPI Taufan EN Rotorasiko mendorong, agar kaum muda dunia menjadikan Malala sebagai spirit kaum muda memperjuangkan hak pendidikan lintas gender. "Salah satu keluar dari kepompong kemiskinan, melalui pendidikan yang berkarakter," ujarnya.
Dia mengimbau, agar seluruh pemuda Indonesia bersatu menciptakan perdamaian dunia, tanpa ada rasa diskriminasi. "Pemuda Indonesia bersama pemuda dunia bergandeng tangan, berjejaring untuk menciptakan sebuah tatanan dunia yang anti diskriminasi, damai, dan berkeadilan," katanya.
Acara Global Youth Forum ditutup oleh aktris Indonesia Agnes Monika.
"Legalisasi aborsi dan perkawinan sejenis berlawanan dengan kultur dan nilai budaya yang berlaku di Indonesia," ujar delegasi DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Arifin, dalam rilis yang diterima oleh Sindonews, Kamis (6/12/2012).
Dia mengatakan, proses perumusan rekomendasi berjalan alot, terjadi tarik menarik diantara peserta Forum terkait isu hak orientasi sexual, dan aborsi bagi kaum muda.
"Sejumlah agenda yang sudah dibahas adalah youth empowerment (pemberdayaan pemuda) yang meliputi pendidikan kesehatan, kesejahteraan," tambahnya.
Ketua Umum KNPI Taufan EN Rotorasiko mendorong, agar kaum muda dunia menjadikan Malala sebagai spirit kaum muda memperjuangkan hak pendidikan lintas gender. "Salah satu keluar dari kepompong kemiskinan, melalui pendidikan yang berkarakter," ujarnya.
Dia mengimbau, agar seluruh pemuda Indonesia bersatu menciptakan perdamaian dunia, tanpa ada rasa diskriminasi. "Pemuda Indonesia bersama pemuda dunia bergandeng tangan, berjejaring untuk menciptakan sebuah tatanan dunia yang anti diskriminasi, damai, dan berkeadilan," katanya.
Acara Global Youth Forum ditutup oleh aktris Indonesia Agnes Monika.
(san)