Pesanan tiket kereta Natal capai 80 persen
Kamis, 06 Desember 2012 - 17:55 WIB
Pesanan tiket kereta Natal capai 80 persen
A
A
A
Sindonews.com – Reservasi tiket kereta api (KA) untuk sejumlah pemberangkatan dari Bandung ke sejumlah kawasan di Jawa Timur pada momen Natal dan Tahun Baru 2013 rata rata mencapai 80 persen.
Namun demikian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sewaktu waktu siap menambah gerbong mengantisipasi lonjakan penumpang.
Manager Humas PT KAI Daop II Bandung Bambang S Prayitno mengakui, reservasi (pemesanan) tiket sejumlah KA jarak jauh dari Stasiun Bandung mulai Sabtu 21 Desember 2012 telah di atas 80 persen. Okupansi tertinggi terjadi pada hari Jumat, Sabtu, dan sebagian Minggu, serta Senin.
“Terutama untuk keberangkatan KA tujuan arah timur seperti Jogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, dan Semarang,” jelas Bambang S Prayitno ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Tingginya okupansi KA tujuan Jawa bagian timur, terjadi untuk KA komersil dan KA ekonomi.
Menurut dia, untuk KA komersial keberangkatan Jumat (21/12) rata-rata okupansi sudah tercapai 80-90 persen. Kecuali untuk keberangkatan pagi hari yaitu KA Argowilis dan Lodaya Pagi baru tercapai 50 persen. Sementara untuk keberangkatan, Sabtu (22/12) rata-rata okupansi mencapai 80-90 persen, untuk semua pemberangkatan.
Pada pemberangkatan Senin (24/12), KA lodaya pagi 80 persen, Lodaya Malam ekskutif 40 persen dan bisnis 70 persen dan KA Malabar 60-80 persen.
“Angka okupansi bisa terus berubah. Apalagi, masyarakat bisa memesan tiket di luar stasiun. Seperti ke Indomaret, Alfamart, Kantor Pos, dan lainnya,” beber Bambang.
Ketika disinggung soal tarif, Bambang mengakui, tarif angkutan Natal dan Tahun Baru untuk KA komersil (eksekutif, bisnis, dan ekonomi plus) mengikuti dinamika pasar. Artinya ada penyesuaian dibanding dengan hari biasa atau weekday. Kecuali KA ekonomi jarak jauh yang mendapatkan subsidi pemerintah sama sekali tidak ada kenaikan tarif.
“Untuk KA komersil, tarifnya disesuaikan dengan dinamika pasar. Tapi kami tetap mengacu pada batas atas dan batas bawah yang telah ditetapkan pemerintah,” jelas dia.
Selain KA komersil, okupansi KA ekonomi jarak jauh, yaitu KA Pasundan (Kiaracondong-Surabaya) mulai tanggal 22 sampai 25 Desember, okupansi sudah tercapai 100 persen dan KA Kahuripan (Padalarang-Kediri), KA Kutojaya Selatan (Kiaracondong-Kutoarjo) okupansi rata-rata 70 persen.
Begitupun dengan tingkat pemesanan pada enam keberangkatan KA Argoparahyangan (Bandung Jakarta) mulai tanggal 21 sampai 25 Desember 2012 okupansi sudah tercapai rata-rata 70 hingga 80 persen.
Walaupun tingkat okupansi cukup tinggi, PT KAI tetap akan memenuhi permintaan pasar terutama masyarakat yang memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi. Mengantisipasi lonjakan pemesanan tiket, PT KAI sudah melakukan persiapan dan penambahan rangkaian pada kereta api yang menunjukan peningkatan okupansi sudah tercapai diatas 70 persen.
“Penambahan itu akan kami lakukan untuk KA Lodaya Malam (Bandung-Jogyakarta), Eksekutif Argowilis dan Turangga (Bandung-Surabaya), dan Harina (Bandung-Cirebon-Tegal-Semarang,” jelas dia. Penambahan gerbong antara satu sampai tiga gerbong.
Namun demikian, PT Kereta Api Indonesia (KAI) sewaktu waktu siap menambah gerbong mengantisipasi lonjakan penumpang.
Manager Humas PT KAI Daop II Bandung Bambang S Prayitno mengakui, reservasi (pemesanan) tiket sejumlah KA jarak jauh dari Stasiun Bandung mulai Sabtu 21 Desember 2012 telah di atas 80 persen. Okupansi tertinggi terjadi pada hari Jumat, Sabtu, dan sebagian Minggu, serta Senin.
“Terutama untuk keberangkatan KA tujuan arah timur seperti Jogyakarta, Solo, Malang, Surabaya, dan Semarang,” jelas Bambang S Prayitno ketika ditemui di ruang kerjanya, kemarin. Tingginya okupansi KA tujuan Jawa bagian timur, terjadi untuk KA komersil dan KA ekonomi.
Menurut dia, untuk KA komersial keberangkatan Jumat (21/12) rata-rata okupansi sudah tercapai 80-90 persen. Kecuali untuk keberangkatan pagi hari yaitu KA Argowilis dan Lodaya Pagi baru tercapai 50 persen. Sementara untuk keberangkatan, Sabtu (22/12) rata-rata okupansi mencapai 80-90 persen, untuk semua pemberangkatan.
Pada pemberangkatan Senin (24/12), KA lodaya pagi 80 persen, Lodaya Malam ekskutif 40 persen dan bisnis 70 persen dan KA Malabar 60-80 persen.
“Angka okupansi bisa terus berubah. Apalagi, masyarakat bisa memesan tiket di luar stasiun. Seperti ke Indomaret, Alfamart, Kantor Pos, dan lainnya,” beber Bambang.
Ketika disinggung soal tarif, Bambang mengakui, tarif angkutan Natal dan Tahun Baru untuk KA komersil (eksekutif, bisnis, dan ekonomi plus) mengikuti dinamika pasar. Artinya ada penyesuaian dibanding dengan hari biasa atau weekday. Kecuali KA ekonomi jarak jauh yang mendapatkan subsidi pemerintah sama sekali tidak ada kenaikan tarif.
“Untuk KA komersil, tarifnya disesuaikan dengan dinamika pasar. Tapi kami tetap mengacu pada batas atas dan batas bawah yang telah ditetapkan pemerintah,” jelas dia.
Selain KA komersil, okupansi KA ekonomi jarak jauh, yaitu KA Pasundan (Kiaracondong-Surabaya) mulai tanggal 22 sampai 25 Desember, okupansi sudah tercapai 100 persen dan KA Kahuripan (Padalarang-Kediri), KA Kutojaya Selatan (Kiaracondong-Kutoarjo) okupansi rata-rata 70 persen.
Begitupun dengan tingkat pemesanan pada enam keberangkatan KA Argoparahyangan (Bandung Jakarta) mulai tanggal 21 sampai 25 Desember 2012 okupansi sudah tercapai rata-rata 70 hingga 80 persen.
Walaupun tingkat okupansi cukup tinggi, PT KAI tetap akan memenuhi permintaan pasar terutama masyarakat yang memanfaatkan kereta api sebagai moda transportasi. Mengantisipasi lonjakan pemesanan tiket, PT KAI sudah melakukan persiapan dan penambahan rangkaian pada kereta api yang menunjukan peningkatan okupansi sudah tercapai diatas 70 persen.
“Penambahan itu akan kami lakukan untuk KA Lodaya Malam (Bandung-Jogyakarta), Eksekutif Argowilis dan Turangga (Bandung-Surabaya), dan Harina (Bandung-Cirebon-Tegal-Semarang,” jelas dia. Penambahan gerbong antara satu sampai tiga gerbong.
(ysw)