KPK pesimis jerat petinggi Polri kasus Korlantas
Selasa, 04 Desember 2012 - 23:42 WIB
KPK pesimis jerat petinggi Polri kasus Korlantas
A
A
A
Sindonews.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengakui pihaknya pesimis untuk dapat menjerat para petinggi polri lainnya terkait dengan kasus korupsi pengadaan simulator SIM di Korlantas Polri.
Wakil ketua KPK Zulkarnaen mengatakan, saat ini pihaknya pun memilih untuk lebih fokus mendalami keterlibatan DS dibandingkan menjerat para petinggi polri lainnya yang diduga terjerat dalam kasus tersebut.
“Ya, keinginan kita kan lebih banyak yang dikerjakan oleh jajaran penindakan. Masalah itu kan kelihatannya lebih banyak. Walaupun enggak bisa kita kerjakan semua, tapi kita harapkan kita bisa berbuat lebih optimal. Itu yang kita harapkan,“ kata Zulkarnaen, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Zulkarnaen juga mengatakan, dengan banyaknya intensitas kasus yang ada di KPK sendiri membuat mereka menjadi semakin pesimis untuk menyelesaikan kasus tersebut.
“Kan tiap-tiap kasus itu pokok kasusnya banyak. Tapi kita kan mengumpulkan alat buktinya, tidak mudah, kadang-kadang kan. Sedangkan dengan keterbatasan yang kita miliki, ikut mempengaruhi,“ jelasnya.
Selain itu, Zulkarnaen juga beralasan, kekurangan tenaga pun menjadi pelengkap kelemahan KPK dalam menangani kasus korupsi termasuk juga kasus century.
“Kalau kita banyak, profesional, termanage dengan baik, itu akan lebih mudah,“ imbuhnya.
Lebih lanjut, dia pun memastikan, penyidik KPK belum dapat membentuk satgas baru guna membongkar dugaan korupsi proyek Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNBK).
"Sementara kami fokus dulu ke simulator. Karena ini kan cakupannya luas," imbuhnya.
Wakil ketua KPK Zulkarnaen mengatakan, saat ini pihaknya pun memilih untuk lebih fokus mendalami keterlibatan DS dibandingkan menjerat para petinggi polri lainnya yang diduga terjerat dalam kasus tersebut.
“Ya, keinginan kita kan lebih banyak yang dikerjakan oleh jajaran penindakan. Masalah itu kan kelihatannya lebih banyak. Walaupun enggak bisa kita kerjakan semua, tapi kita harapkan kita bisa berbuat lebih optimal. Itu yang kita harapkan,“ kata Zulkarnaen, di Balai Kartini, Jakarta, Selasa (4/12/2012).
Zulkarnaen juga mengatakan, dengan banyaknya intensitas kasus yang ada di KPK sendiri membuat mereka menjadi semakin pesimis untuk menyelesaikan kasus tersebut.
“Kan tiap-tiap kasus itu pokok kasusnya banyak. Tapi kita kan mengumpulkan alat buktinya, tidak mudah, kadang-kadang kan. Sedangkan dengan keterbatasan yang kita miliki, ikut mempengaruhi,“ jelasnya.
Selain itu, Zulkarnaen juga beralasan, kekurangan tenaga pun menjadi pelengkap kelemahan KPK dalam menangani kasus korupsi termasuk juga kasus century.
“Kalau kita banyak, profesional, termanage dengan baik, itu akan lebih mudah,“ imbuhnya.
Lebih lanjut, dia pun memastikan, penyidik KPK belum dapat membentuk satgas baru guna membongkar dugaan korupsi proyek Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNBK).
"Sementara kami fokus dulu ke simulator. Karena ini kan cakupannya luas," imbuhnya.
(rsa)