Mabes Polri serius tangani kasus Pirime
Rabu, 28 November 2012 - 19:36 WIB
Mabes Polri serius tangani kasus Pirime
A
A
A
Sindonews.com – Peristiwa pembakaran Mapolsek Pirime, Kabupaten Lany Jaya, Wamena, Papua, rupanya menjadi atensi Mabes Polri. Penyidik diminta, untuk segera mengungkap dan menindak tegas pelaku kelompok penyerangan, yang mengakibatkan tiga personil Polri tewas di lokasi kejadian.
“Siapapun dan apapun motif penyerangan tersebut, harus segera diungkap dan ditindak tegas,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, saat menghadiri acara penandatanganan Mou LPSK dan Polri di Redtop Hotel, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Perwira tinggi bintang satu ini menjelaskan, dugaan awal pelaku penembakan dan pembakaran ini, dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Namun, siapapun kelompok penyerangan tersebut, merupakan pelanggaran serius dan harus ditindak tegas.
"Penyerangan tersebut merupakan pelanggaran serius. Makanya perlu dilakukan langkah penegakan hukum. Itu fakta kejahatan yang serius," tegasnya.
Boy sapaan akrabnya belum bisa memastikan, penyerangan terhadap Mapolsek Pirime merupakan rangkaian peringatan hari jadi OPM pada 1 Desember mendatang. Karena, kasus penyerangan tersebut, masih dalam proses penyelidikan.
"Terkait ultah itu sesuatu yang harus diselidiki lebih lanjut, tapi itu fakta kejahatan yang serius. Namun, tepat 1 Desember nanti pengamanan di Papua harus ditingkatkan. Hal itu bertujuan untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman di Papua," terang Boy.
Boy juga menyatakan, kejadian yang sama menimpa masyarakat setempat pada beberapa waktu lalu. Boy menduga aksi yang menimpa masyarakat itu, dilakukan oleh kelompok OPM.
"motif bermacam-macam ada pembunuhan, pengrusakan dan pembunuhan berlapis-lapis. Beberapa waktu lalu juga ada masyarakat jadi korban para kelompok anarkis, yang saat ini beraksi di wilayah pegunungan papua," tukasnya.
“Siapapun dan apapun motif penyerangan tersebut, harus segera diungkap dan ditindak tegas,” kata Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, saat menghadiri acara penandatanganan Mou LPSK dan Polri di Redtop Hotel, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Perwira tinggi bintang satu ini menjelaskan, dugaan awal pelaku penembakan dan pembakaran ini, dilakukan oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Namun, siapapun kelompok penyerangan tersebut, merupakan pelanggaran serius dan harus ditindak tegas.
"Penyerangan tersebut merupakan pelanggaran serius. Makanya perlu dilakukan langkah penegakan hukum. Itu fakta kejahatan yang serius," tegasnya.
Boy sapaan akrabnya belum bisa memastikan, penyerangan terhadap Mapolsek Pirime merupakan rangkaian peringatan hari jadi OPM pada 1 Desember mendatang. Karena, kasus penyerangan tersebut, masih dalam proses penyelidikan.
"Terkait ultah itu sesuatu yang harus diselidiki lebih lanjut, tapi itu fakta kejahatan yang serius. Namun, tepat 1 Desember nanti pengamanan di Papua harus ditingkatkan. Hal itu bertujuan untuk menciptakan kondisi aman dan nyaman di Papua," terang Boy.
Boy juga menyatakan, kejadian yang sama menimpa masyarakat setempat pada beberapa waktu lalu. Boy menduga aksi yang menimpa masyarakat itu, dilakukan oleh kelompok OPM.
"motif bermacam-macam ada pembunuhan, pengrusakan dan pembunuhan berlapis-lapis. Beberapa waktu lalu juga ada masyarakat jadi korban para kelompok anarkis, yang saat ini beraksi di wilayah pegunungan papua," tukasnya.
(stb)