Giliran GP Ansor Depok kutuk ucapan Sutan
Rabu, 28 November 2012 - 17:40 WIB
Giliran GP Ansor Depok kutuk ucapan Sutan
A
A
A
Sindonews.com - Giliran gelombang aksi dan kecaman atas pernyataan politikus Partai Demokrat Sutan Bhatoegana yang menuding Presiden RI ke-4 KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) terkait skandal korupsi, semakin meluas.
"Kita tidak terima dengan ucapan politikus Demokrat itu yang telah melecehkan Gus Dur. Padahal, arus dari bawah sangat kencang dan kita juga menahan agar tidak melakukan aksi sendiri-sendiri dan sesuai aturan," kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok Abdul Kodir kepada wartawan di Depok, Rabu (28/11/2012).
Kodir mengaku, berupaya untuk tetap bersikap arif bijaksana dengan mengikuti aturan main dari GP Ansor pusat. Salah satu tuntutannya adalah agar Ketua Komisi VII DPR itu meminta maaf secara pribadi.
Menurutnya, pernyataan yang menyebutkan lengsernya Gus Dur, karena tersandung korupsi Buloggate dan Brunaigate tidaklah benar. Meski tidak menyebut secara spesifik tindak korupsi, namun masyarakat menilai Gus Dur lengser karena tindak korupsi.
"Jangan asal ngomong kalau tidak tahu sejarah, lebih baik belajar dulu. Apalagi, saat ini masih momen hari pahlawan dan belum lama peringatan seribu hari Gus Dur. Ya kalau mau mengalihkan isu jangan sampai keblabasan," tuturnya.
Pihaknya berjanji akan mengadakan gelombang aksi massa dari Depok. Bahkan, massa GP Ansor saat menghadiri acara seribu hari Gus Dur akan dilibatkan aksi lanjutan. Meski begitu, dirinya tidak gegabah dan masih memberi kesempatan selama 2X24 jam.
"Kita tetap masih beri kesempatan dia untuk meminta maaf. Tentunya, kita tidak ingin aksi yang dijalankan ini malah menjadi kontraproduktif," terangnya.
"Kita tidak terima dengan ucapan politikus Demokrat itu yang telah melecehkan Gus Dur. Padahal, arus dari bawah sangat kencang dan kita juga menahan agar tidak melakukan aksi sendiri-sendiri dan sesuai aturan," kata Ketua Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Depok Abdul Kodir kepada wartawan di Depok, Rabu (28/11/2012).
Kodir mengaku, berupaya untuk tetap bersikap arif bijaksana dengan mengikuti aturan main dari GP Ansor pusat. Salah satu tuntutannya adalah agar Ketua Komisi VII DPR itu meminta maaf secara pribadi.
Menurutnya, pernyataan yang menyebutkan lengsernya Gus Dur, karena tersandung korupsi Buloggate dan Brunaigate tidaklah benar. Meski tidak menyebut secara spesifik tindak korupsi, namun masyarakat menilai Gus Dur lengser karena tindak korupsi.
"Jangan asal ngomong kalau tidak tahu sejarah, lebih baik belajar dulu. Apalagi, saat ini masih momen hari pahlawan dan belum lama peringatan seribu hari Gus Dur. Ya kalau mau mengalihkan isu jangan sampai keblabasan," tuturnya.
Pihaknya berjanji akan mengadakan gelombang aksi massa dari Depok. Bahkan, massa GP Ansor saat menghadiri acara seribu hari Gus Dur akan dilibatkan aksi lanjutan. Meski begitu, dirinya tidak gegabah dan masih memberi kesempatan selama 2X24 jam.
"Kita tetap masih beri kesempatan dia untuk meminta maaf. Tentunya, kita tidak ingin aksi yang dijalankan ini malah menjadi kontraproduktif," terangnya.
(mhd)