PAN pertanyakan kredibilitas Dahlan Iskan
Rabu, 28 November 2012 - 17:32 WIB
PAN pertanyakan kredibilitas Dahlan Iskan
A
A
A
Sindonews.com - Dua kali salah dalam melaporkan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) ke Badan Kehormatan (BK), membuat banyak kalangan menjadi tidak percaya lagi. Bukan hanya kepada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan saja, tapi ketidakpercayaan itu berlaku pula untuk pihak lain.
"Wajar jika orang tidak percaya sudah dua kali salah menyebut nama. Standar deviasinya tinggi, tingkat kepercayaan jadi rendah," ujarnya Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Menurut Tjatur, dua kali melakukan kesalahan, tentu saja kredibilitas pelapor itu menjadi dipertanyakan. Selain itu, orang akan menjadi sulit percaya apakah informasi yang masuk tersebut valid atau tidak.
Wakil Ketua Komisi III ini merasa kasihan terhadap pihak BUMN, pasalnya hanya persoalan nama saja masih bisa salah. "Ya sayang, kasihan sama Pak Dahlan, karena informasi tidak mengalir secara baik, itu diragukan," tukasnya.
Namun Tjatur yakin, meski telah dicemarkan namanya secara politik, dua kader PAN itu tetap akan mendapatkan dukungan dari masyarakat, terutama di daerah pemilihannya (dapil). "Orang yang dianiaya maka akan diangkat derajatnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, dua kader PAN M Ichlas El Qudsi dan Muhammad Hatta menjadi korban salah lapor oleh pihak BUMN atas dugaan pemerasan terhadap direksi BUMN pimpinan Dahlan Iskan.
Awalnya, El Qudsi dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPR atas dugaan pemerasan namun selang beberapa hari pihak BUMN mencabutnya. Pihak BUMN kembali melaporkan kader PAN Muhammad Hatta tapi dicabut kembali.
"Wajar jika orang tidak percaya sudah dua kali salah menyebut nama. Standar deviasinya tinggi, tingkat kepercayaan jadi rendah," ujarnya Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Tjatur Sapto Edy kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Menurut Tjatur, dua kali melakukan kesalahan, tentu saja kredibilitas pelapor itu menjadi dipertanyakan. Selain itu, orang akan menjadi sulit percaya apakah informasi yang masuk tersebut valid atau tidak.
Wakil Ketua Komisi III ini merasa kasihan terhadap pihak BUMN, pasalnya hanya persoalan nama saja masih bisa salah. "Ya sayang, kasihan sama Pak Dahlan, karena informasi tidak mengalir secara baik, itu diragukan," tukasnya.
Namun Tjatur yakin, meski telah dicemarkan namanya secara politik, dua kader PAN itu tetap akan mendapatkan dukungan dari masyarakat, terutama di daerah pemilihannya (dapil). "Orang yang dianiaya maka akan diangkat derajatnya," pungkasnya.
Seperti diketahui, dua kader PAN M Ichlas El Qudsi dan Muhammad Hatta menjadi korban salah lapor oleh pihak BUMN atas dugaan pemerasan terhadap direksi BUMN pimpinan Dahlan Iskan.
Awalnya, El Qudsi dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPR atas dugaan pemerasan namun selang beberapa hari pihak BUMN mencabutnya. Pihak BUMN kembali melaporkan kader PAN Muhammad Hatta tapi dicabut kembali.
(lns)