Hatta: Dahlan Iskan harus minta maaf!
Rabu, 28 November 2012 - 13:17 WIB
Hatta: Dahlan Iskan harus minta maaf!
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi XI Muhammad Hatta meminta Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan segera meminta maaf kepadanya karena telah membuat fitnah. Menurut Hatta, sebagai seorang pejabat negara, Dahlan Iskan harus berani meminta maaf.
"Saya berharap itu dilakukan Dahlan Iskan karena dia harus melakukan itu sebagai negarawan ya," ujar Hatta di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Tudingan Dahlan Iskan, tentang dirinya mengikuti pertemuan pada 1 Oktober 2012 dengan Direksi BUMN hanyalah fitnah, karena tidak bisa dibuktikan.
"Ini satu fitnah yang keji, yang luar biasa dahsyat," ujar Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini lagi.
Hatta menyesalkan sikap Dhalan Iskan itu. Sebagai pemimpin lembaga negara, seharusnya Dahlan Iskan bisa memberikan contoh yang baik.
Seperti diberitakan, Hatta dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPR RI atas dugaan 'pemerasan'. Pemerasan sendiri disinyalir dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2012. Namun dugaan itu disangkalnya, karena saat itu dia berada di Klaten, Jawa Tengah, melakukan Sosialisasi undang-undang (UU) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Saya hanya punya foto ini, karena ini dokumentasi pribadi saya. Ini saya bersama Dewan Komisioner OJK Ibu Kusuma Ning Puti," ujarnya sambil menunjukan foto.
"Saya berharap itu dilakukan Dahlan Iskan karena dia harus melakukan itu sebagai negarawan ya," ujar Hatta di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (28/11/2012).
Tudingan Dahlan Iskan, tentang dirinya mengikuti pertemuan pada 1 Oktober 2012 dengan Direksi BUMN hanyalah fitnah, karena tidak bisa dibuktikan.
"Ini satu fitnah yang keji, yang luar biasa dahsyat," ujar Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini lagi.
Hatta menyesalkan sikap Dhalan Iskan itu. Sebagai pemimpin lembaga negara, seharusnya Dahlan Iskan bisa memberikan contoh yang baik.
Seperti diberitakan, Hatta dilaporkan ke Badan Kehormatan (BK) DPR RI atas dugaan 'pemerasan'. Pemerasan sendiri disinyalir dilakukan pada tanggal 1 Oktober 2012. Namun dugaan itu disangkalnya, karena saat itu dia berada di Klaten, Jawa Tengah, melakukan Sosialisasi undang-undang (UU) Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
"Saya hanya punya foto ini, karena ini dokumentasi pribadi saya. Ini saya bersama Dewan Komisioner OJK Ibu Kusuma Ning Puti," ujarnya sambil menunjukan foto.
(lns)