Dipanggil BK, politikus Demokrat bingung
Rabu, 28 November 2012 - 11:34 WIB
Dipanggil BK, politikus Demokrat bingung
A
A
A
Sindonews.com - Dipanggil Badan Kehormatan (BK) DPR, anggota Fraksi Partai Demokrat (PD) Linda Megawati mengaku bingung.
Linda dipanggil BK untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pemerasan yang dilaporkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
"Saya mau klarifikasi aja, saya enggak tahu apa-apa. Datang saja saya telat, enggak ada rapat, enggak ada apa-apa," kata Linda, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Linda mengakui, kedatangannya memenuhi panggilan BK, tanpa persiapan. Pasalnya, dia juga membantah dugaan pemerasan yang dituduhkan Dahlan kepada dirinya.
"Saya enggak tahu harus membawa bukti apa. Saya tidak ada namanya minta uang minta apa," ucapnya.
Sementara, Saidi Butar Butar anggota Fraksi PD lainnya, membantah dirinya terkait pemerasan terhadap direksi BUMN. "Saya tidak tahu apa-apa, saya benar-benar tidak tahu," kata Saidi.
Lebih lanjut dia mengakui, tudingan tersebut telah mempermalukan dirinya baik di daerah pemilihan (Dapil) atau keluarganya.
"Tidak terlibat sama sekali. Saya baru di Komisi XI, jadi saya enggak tahu," pungkasnya.
Linda dipanggil BK untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan pemerasan yang dilaporkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan.
"Saya mau klarifikasi aja, saya enggak tahu apa-apa. Datang saja saya telat, enggak ada rapat, enggak ada apa-apa," kata Linda, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Rabu (28/11/2012).
Linda mengakui, kedatangannya memenuhi panggilan BK, tanpa persiapan. Pasalnya, dia juga membantah dugaan pemerasan yang dituduhkan Dahlan kepada dirinya.
"Saya enggak tahu harus membawa bukti apa. Saya tidak ada namanya minta uang minta apa," ucapnya.
Sementara, Saidi Butar Butar anggota Fraksi PD lainnya, membantah dirinya terkait pemerasan terhadap direksi BUMN. "Saya tidak tahu apa-apa, saya benar-benar tidak tahu," kata Saidi.
Lebih lanjut dia mengakui, tudingan tersebut telah mempermalukan dirinya baik di daerah pemilihan (Dapil) atau keluarganya.
"Tidak terlibat sama sekali. Saya baru di Komisi XI, jadi saya enggak tahu," pungkasnya.
(maf)