Parpol ikut menghambat keterwakilan perempuan

Rabu, 28 November 2012 - 11:23 WIB
Parpol ikut menghambat...
Parpol ikut menghambat keterwakilan perempuan
A A A
Sindonews.com - Enam peneliti politik dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) menemukan adanya peran partai politik (parpol) dalam menghambat keterwakilan perempuan dalam sebuah partai.
Menurut mereka, parpol tidak serius dalam merekrut perempuan. Hal ini, terlihat dari tidak adanya pengkaderan untuk memenuhi kuota 30% keterwakilan perempuan.

"Hasil temuan memperlihatkan ketidakseriusan parpol dalam merekrut atau mengkader perempuan agar dapat menjadi caleg (calon legislatif) menjadi hambatan bagi terlaksananya kebijakan kuota 30 persen," jelas Koordinator tim peneliti politik LIPI, Sri Yanuarti dalam acara diskusi dan launching buku yang berjudul "Perempuan, Partai Politk dan Parleman" di Kantor LIPI, Gatot Subroto, Jakarta Pusat, Rabu (28/11/2012).

Menurutnya, Bahasa hukum amanat undang-undang pemilihan umum (Pemilu) tentang kuota juga dinilai masih lemah. Tak hanya itu, dukungan parpol dalam pemilihan legislatif bagi perempuan dianggap masih kecil.

"Kesempatan perempuan menjadi caleg (calon legislatif) sangat kecil, karena dukungan intensif Parpol masih kecil. Di Papua kegiatan parpol lebih fokus pada pemenangan Pemilukada (Pemilihan Umum Kepala Daerah)daripada pemberdayaan kader perempuan," tukasnya.

Faktor lain yang menghambat keterwakilan perempuan oleh parpol adalah, adanya unsur kepatuhan dalam keputusan fraksi. "Pada saat masuk di parlemen, perempuan kembali dihadapkan pada aturan untuk memenuhi keputusan fraksi," tandasnya.

Terakhir, menurut mereka ialah, karena parpol dianggap belum cukup peduli dalam keterwakilan perempuan, sehingga berdampak dalam hal tersebut.

"Secara umum dapat dikatakan Parpol di Indonesia masih belum cukup peduli dan serius akan isu keterwakilan perempuan sehingga berdampak pada platform-nya," tutupnya.
(kur)
Berita Terkait
Partai Masyumi Resmi...
Partai Masyumi Resmi Kembali Dideklarasikan Dalam HUT ke-73
Suharso Monoarfa Terpilih...
Suharso Monoarfa Terpilih Jadi Ketua Umum PPP Secara Aklamasi
Partai Perindo Tegaskan...
Partai Perindo Tegaskan Politik sebagai Pengabdian, Bukan Perebutan Kekuasaan
Rakernas Perdana di...
Rakernas Perdana di Surabaya, Partai Mahasiswa Indonesia Berkomitmen Tingkatkan Partisipasi Politik Anak Muda
Jadi Caleg Butuh Uang...
Jadi Caleg Butuh Uang Banyak, Prabu Revolusi: Banyak Persepsi yang Salah soal Calon Legislatif
Aiman Witjaksono dan...
Aiman Witjaksono dan Prabu Revolusi Blak-Blakan soal Alasan Terjun ke Politik
Berita Terkini
Robikin Emhas: Marwah...
Robikin Emhas: Marwah NU Tercabik-cabik Hanya karena Konflik Elite PBNU
Polemik Londo Ireng,...
Polemik Londo Ireng, IJTI Minta Presiden Hindari Diksi yang Bisa Beri Label Negatif bagi Profesi Jurnalis
Febrie Adriansyah Tak...
Febrie Adriansyah Tak Pakai Rompi Tahanan, Eks Penyidik KPK: Persepsi Publik Ada Keistimewaan Tidak Bisa Dicegah
Apresiasi Pelaksanaan...
Apresiasi Pelaksanaan PTT BSPS di Bandung, Mendagri: Tender Rakyat Perkuat Transparansi
Mantan Ketua MK Sebut...
Mantan Ketua MK Sebut Kondisi Indonesia Suram: Hukum Sangat Tajam ke Bawah, tapi Tumpul ke Atas
Dugaan Keterkaitan Eks...
Dugaan Keterkaitan Eks Jampidsus dengan Sejumlah Kasus Korupsi Disorot
Infografis
10 Penembak Jitu Terbaik...
10 Penembak Jitu Terbaik di Dunia, Salah Satunya Sniper Perempuan Soviet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved