Polemik Sutan diselesaikan kekeluargaan
Selasa, 27 November 2012 - 13:47 WIB
Polemik Sutan diselesaikan kekeluargaan
A
A
A
Sindonews.com - Partai Demokrat berharap polemik pernyataan Sutan Bhatoegana segera berakhir. Karena itu kedua belah yang berpolemik minta segera bertemu menyelesaikan masalah secara kekeluargaan.
Wakil sekretaris Jendral partai Demokrat (wasekjen) Saan Mustopa mengatakan, cara kekeluargaan lebih baik ditempuh untuk permasalah seperti itu.
Partai Demokrat melalui Ketua Umum yakni Anas Urbaningrum juga sudah meminta maaf kepada keluarga besar NU.
"Kami berharap itu tidak terjadi, kan ini bisa diselesaikan secara persuasif, kekeluargaan. Toh kita dari partai sudah meminta maaf," ujar Saan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Anggota Komisi III ini meyakini, Sutan Bhatoegana tidak bermaksud menghina Abdurrahman Wahid yang juga mantan Presiden RI.
"Apa yang disampaikan Pak Sutan kita yakin bahwa Pak Sutan tidak punya maksud dan niatan untuk menghina almarhum Gus Dur. Saya yakin tidak ada niatan itu," ujarnya.
Menurut Saan, meskipun Sutan berbicara bukan atas nama partai, tapi Demokrat sudah meminta maaf. Karena keberadaan Sutan tetap tidak bisa dipisahkan dari Partai Demokrat.
Wakil sekretaris Jendral partai Demokrat (wasekjen) Saan Mustopa mengatakan, cara kekeluargaan lebih baik ditempuh untuk permasalah seperti itu.
Partai Demokrat melalui Ketua Umum yakni Anas Urbaningrum juga sudah meminta maaf kepada keluarga besar NU.
"Kami berharap itu tidak terjadi, kan ini bisa diselesaikan secara persuasif, kekeluargaan. Toh kita dari partai sudah meminta maaf," ujar Saan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Anggota Komisi III ini meyakini, Sutan Bhatoegana tidak bermaksud menghina Abdurrahman Wahid yang juga mantan Presiden RI.
"Apa yang disampaikan Pak Sutan kita yakin bahwa Pak Sutan tidak punya maksud dan niatan untuk menghina almarhum Gus Dur. Saya yakin tidak ada niatan itu," ujarnya.
Menurut Saan, meskipun Sutan berbicara bukan atas nama partai, tapi Demokrat sudah meminta maaf. Karena keberadaan Sutan tetap tidak bisa dipisahkan dari Partai Demokrat.
(lns)