Sutan tuding Adhie Massardi tebar fitnah
Selasa, 27 November 2012 - 11:35 WIB
Sutan tuding Adhie Massardi tebar fitnah
A
A
A
Sindonews.com - Ketua DPP Partai Demokrat (PD) Sutan Bathoegana merasa telah menjadi korban fitnah dari aktivis Gerakan Indonesia Bersih Adhie Massardi. Karenanya, seharusnya GP Anshor menuntut orang yang telah menebar fitnah itu.
"Ya mereka tuntut mestinya saudara Adhie Massardi yang telah menyebarkan fitnah seolah-olah saya menghina Gus Dur," ujar Sutan melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Ketua Komisi VII ini mengaku sudah membantah tudingan telah menghina mantan Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Selain itu, pihaknya juga berupaya meluruskan persoalan dengan Adhie Massardi di salah satu stasiun TV Nasional.
Untuk menyelesaikan persoalan, imbuh Sutan, pihaknya mengaku siap menenui GP Anshor untuk menjelaskan, supaya tidak menjadi polemik yang berlarut. "Kalau saya sempat pasti juga saya akan temui anak-anak Anshor untuk menjelaskan hal ini," pungkasnya.
Sebelumnya, dalam Dialog Kenegaraan DPD bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” di DPD RI, Jumat 21 November lalu, Sutan berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan migas jadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY.
Mendengar itu, Sutan membalasnya dengan mengatakan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate. Akibat pernyataannya itu, politikus kelahiran Pematang Siantar harus menerima kecaman dari berbagai pihak.
"Ya mereka tuntut mestinya saudara Adhie Massardi yang telah menyebarkan fitnah seolah-olah saya menghina Gus Dur," ujar Sutan melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Ketua Komisi VII ini mengaku sudah membantah tudingan telah menghina mantan Presiden Abdurahman Wahid alias Gus Dur. Selain itu, pihaknya juga berupaya meluruskan persoalan dengan Adhie Massardi di salah satu stasiun TV Nasional.
Untuk menyelesaikan persoalan, imbuh Sutan, pihaknya mengaku siap menenui GP Anshor untuk menjelaskan, supaya tidak menjadi polemik yang berlarut. "Kalau saya sempat pasti juga saya akan temui anak-anak Anshor untuk menjelaskan hal ini," pungkasnya.
Sebelumnya, dalam Dialog Kenegaraan DPD bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” di DPD RI, Jumat 21 November lalu, Sutan berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan migas jadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY.
Mendengar itu, Sutan membalasnya dengan mengatakan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate. Akibat pernyataannya itu, politikus kelahiran Pematang Siantar harus menerima kecaman dari berbagai pihak.
(lns)