Anas minta maaf kepada warga NU
Selasa, 27 November 2012 - 10:38 WIB
Anas minta maaf kepada warga NU
A
A
A
Sindonews.com - Ketua umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum meminta maaf kepada keluarga besar Nahdlatul Ulama (NU) atas salah seorang kader, Sutan Bathoegana beberapa hari lalu di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI.
"Sebagai Ketum Partai Demokrat, sebagai bagian dari keluarga besar NU, dan sebagai pengagum Gus Dur, saya menyampaikan permohonan maaf kepada almarhum Gus Dur, keluarga, pengikut dan warga NU," ungkap Anas saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, meskipun statemen Sutan Bhatoegana sebagai personal, namun karena sebagai kader Demokrat, maka tidak bisa dipisahkan dari tanggungjawbnya sebagai ketua umum.
Mantan Ketua Umum HMI ini juga mengklarifikasi, dan menyebut apa yang disampaian Sutan bukan bermaksud menghina dan merendahkan mantan Gus Dur.
Anas pun mengajak semua elemen untuk menghormati para pemimpin yang telah berbakti pada bangsa ini.
"Gus Dur adalah mantan Presiden, guru bangsa, ulama besar, cendikiawan terkemuka bukan saja di Indonesia tetapi juga di dunia internasional," pungkasnya.
Sebelumnya, dalam Dialog Kenegaraan DPD bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” di DPD, Jumat 21 November lalu, Sutan berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan migas kita jadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY.
Mendengar itu, Sutan membalasnya dengan mengatakan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate. Akibat pernyataannya itu, politisi kelahiran Pematang Siantar harus menerima kecaman dari berbagai pihak.
"Sebagai Ketum Partai Demokrat, sebagai bagian dari keluarga besar NU, dan sebagai pengagum Gus Dur, saya menyampaikan permohonan maaf kepada almarhum Gus Dur, keluarga, pengikut dan warga NU," ungkap Anas saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (27/11/2012).
Menurutnya, meskipun statemen Sutan Bhatoegana sebagai personal, namun karena sebagai kader Demokrat, maka tidak bisa dipisahkan dari tanggungjawbnya sebagai ketua umum.
Mantan Ketua Umum HMI ini juga mengklarifikasi, dan menyebut apa yang disampaian Sutan bukan bermaksud menghina dan merendahkan mantan Gus Dur.
Anas pun mengajak semua elemen untuk menghormati para pemimpin yang telah berbakti pada bangsa ini.
"Gus Dur adalah mantan Presiden, guru bangsa, ulama besar, cendikiawan terkemuka bukan saja di Indonesia tetapi juga di dunia internasional," pungkasnya.
Sebelumnya, dalam Dialog Kenegaraan DPD bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” di DPD, Jumat 21 November lalu, Sutan berang ketika Adhie Massardi, koordinator Gerakan Indonesia Bersih mengatakan migas kita jadi ajang korupsi mafia migas yang dilindungi rezim SBY.
Mendengar itu, Sutan membalasnya dengan mengatakan kalau pemerintahan Gus Dur dilengserkan karena terlibat skandal korupsi Buloggate dan Bruneigate. Akibat pernyataannya itu, politisi kelahiran Pematang Siantar harus menerima kecaman dari berbagai pihak.
(lns)