3 teroris bertugas sebagai pencari dana
Senin, 26 November 2012 - 15:09 WIB
3 teroris bertugas sebagai pencari dana
A
A
A
Sindonews.com - Tiga teroris yang diamankan tim Detasemen khusus 88 (Densus 88) Antiteror di Kabupaten Tojo Una Una, Sulawesi Tengah saat ini masih periksa secara intensif.
Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Irjen Polisi Suardi Alius mengatakan, tiga teroris yang diperiksa itu berinisial F, S dan M. Satu dari ketiganya yakni M, dipastikan mantan narapidana dalam perkara teror.
"Dari hasil penyidikan ketiga teroris ini berperan sebagai pencari dana atau Fa'i. Mencari dana melakukan pencurian motor untuk mendanai kegiatan-kegiatan mereka. Namun hal tersebut masih terus dikembangkan. ,"jelasnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam penangkapan tersebut Densus 88 berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti buku jihad, senapan api rakitan dan lima butir peluru.
"Ditemukan tentang buku-buku jihad, senapan api rakitan dan lima butir pluru, jadi kita masih kembangkan mudah-mudahan networknya (jaringan) bisa kita ungkap dan jaringannya dapat kita kembangkan supaya dapat kita ambil semuanya," tukasnya.
Saat ini, pihaknya terus berupaya mengembangkan kasus untuk mengetahui jaringannya. Kepada masyarakat, Suardi meminta agar waspada dan berperan serta dalam memerangi terorisme.
Kepala Divisi (Kadiv) Hubungan Masyarakat (Humas) Mabes Polri, Irjen Polisi Suardi Alius mengatakan, tiga teroris yang diperiksa itu berinisial F, S dan M. Satu dari ketiganya yakni M, dipastikan mantan narapidana dalam perkara teror.
"Dari hasil penyidikan ketiga teroris ini berperan sebagai pencari dana atau Fa'i. Mencari dana melakukan pencurian motor untuk mendanai kegiatan-kegiatan mereka. Namun hal tersebut masih terus dikembangkan. ,"jelasnya di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Senin (26/11/2012).
Lebih lanjut dia mengatakan, dalam penangkapan tersebut Densus 88 berhasil mengamankan beberapa barang bukti seperti buku jihad, senapan api rakitan dan lima butir peluru.
"Ditemukan tentang buku-buku jihad, senapan api rakitan dan lima butir pluru, jadi kita masih kembangkan mudah-mudahan networknya (jaringan) bisa kita ungkap dan jaringannya dapat kita kembangkan supaya dapat kita ambil semuanya," tukasnya.
Saat ini, pihaknya terus berupaya mengembangkan kasus untuk mengetahui jaringannya. Kepada masyarakat, Suardi meminta agar waspada dan berperan serta dalam memerangi terorisme.
(lns)