Polri belum ketahui motif penembak pendeta
Kamis, 22 November 2012 - 17:02 WIB
Polri belum ketahui motif penembak pendeta
A
A
A
Sindonews.com - Kendati telah melakukan pemeriksaan terhadap dua orang saksi, Mabes Polri menjelaskan terkait gangguan keamanan yang terjadi di distrik Mandobo kabupaten Boven Digoel Papua, petugas belum bisa memastikan apa motif pelaku yang melakukan penembakan terhadap seorang pendeta wanita atas nama Predika Metal Meki.
"Belum ada motif, masih ada pengembangan dan penyelidikan. Dua saksi yang dimintai keterangan. Kita belum dapat lebih detail ya," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Kadiv Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2012).
Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan sejumlah barang bukti (barbuk). Barbuk tersebut yaitu sebuah peluru aktif berkaliber 4,5 milimeter, dua buah selongsong peluru dengan kaliber 4,5 milimeter, helm berwarna merah muda (pink), sebuah tas, sepasang sendal jepit berwarna oranye dan potongan kayu.
"Petugas melakukan olah TKP diketahui sudah dalam meninggal dunia. Termasuk pengumpulan barang bukti peluru dengan selongsong, helm, dan sendal milik korban," terangnya.
Korban adalah seorang pendeta wanita yang berusia (38) tahun. Korban mengalami dua tembakan, satu dibagian pelipis kiri yang menembus bagian kanan, dan di bagian bahu kanan yang menembus belakang.
Sebelumnya, seorang pendeta wanita ditemukan tewas di Jalan Trans Papua, dekat sungai Mak distrik Mandobo kabupaten Boven Digoel. Pendeta wanita berusia yang berusia (38) tahun ini tewas akibat luka tembakan di bagian kepala.
"Belum ada motif, masih ada pengembangan dan penyelidikan. Dua saksi yang dimintai keterangan. Kita belum dapat lebih detail ya," ujar Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Kadiv Humas Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (22/11/2012).
Setelah melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas mengamankan sejumlah barang bukti (barbuk). Barbuk tersebut yaitu sebuah peluru aktif berkaliber 4,5 milimeter, dua buah selongsong peluru dengan kaliber 4,5 milimeter, helm berwarna merah muda (pink), sebuah tas, sepasang sendal jepit berwarna oranye dan potongan kayu.
"Petugas melakukan olah TKP diketahui sudah dalam meninggal dunia. Termasuk pengumpulan barang bukti peluru dengan selongsong, helm, dan sendal milik korban," terangnya.
Korban adalah seorang pendeta wanita yang berusia (38) tahun. Korban mengalami dua tembakan, satu dibagian pelipis kiri yang menembus bagian kanan, dan di bagian bahu kanan yang menembus belakang.
Sebelumnya, seorang pendeta wanita ditemukan tewas di Jalan Trans Papua, dekat sungai Mak distrik Mandobo kabupaten Boven Digoel. Pendeta wanita berusia yang berusia (38) tahun ini tewas akibat luka tembakan di bagian kepala.
(mhd)