Dicecar soal Angie, Mahyudin punya kelainan lupa
Kamis, 22 November 2012 - 14:43 WIB
Dicecar soal Angie, Mahyudin punya kelainan lupa
A
A
A
Sindonews.com - Penyakit lupa rupanya sudah menjadi tren menular bagi para saksi yang dihadirkan dalam persidangan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi.
Seperti yang terjadi dengan mantan Ketua Komisi X Mahyudin saat tengah bersaksi dalam kasus korupsi di Kemendiknas dan Kemenpora dengan tersangka Angelina Sondakh di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Mahyudin mengaku mempunyai kelainan saat dirinya didesak oleh majelis hakim untuk memberikan gambaran tanggapan terdakwa Angelina Sondakh ketika menggelar rapat Komisi X membahas pembangunan proyek wisma atlet pada waktu silam.
“Memang saya ada kelainan. Saya tidak ingat apa tanggapan terdakwa waktu itu pada saat itu. Saya lupa yang mulia,“ kata Mahyudin kepada pimpinan majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Bahkan, ketika majelis hakim kembali menegaskan apakah pada saat itu Angie memberikan penolakan atas rencana anggaran sebesar Rp200 miliar dari Rp416 miliar yang disiapkan untuk pembangunan wisma atlet. "Saya lupa. Tidak ingat,“ imbuhnya.
Mahyudin mengaku bahwa dia hanya mengingat bahwa posisi Angie adalah sebagai Ketua Pokja Anggaran yang ada di Komisi X. “Kesepakatan saja yang mulia,“ tukasnya.
Seperti yang terjadi dengan mantan Ketua Komisi X Mahyudin saat tengah bersaksi dalam kasus korupsi di Kemendiknas dan Kemenpora dengan tersangka Angelina Sondakh di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta.
Mahyudin mengaku mempunyai kelainan saat dirinya didesak oleh majelis hakim untuk memberikan gambaran tanggapan terdakwa Angelina Sondakh ketika menggelar rapat Komisi X membahas pembangunan proyek wisma atlet pada waktu silam.
“Memang saya ada kelainan. Saya tidak ingat apa tanggapan terdakwa waktu itu pada saat itu. Saya lupa yang mulia,“ kata Mahyudin kepada pimpinan majelis Hakim Pengadilan Tipikor, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Bahkan, ketika majelis hakim kembali menegaskan apakah pada saat itu Angie memberikan penolakan atas rencana anggaran sebesar Rp200 miliar dari Rp416 miliar yang disiapkan untuk pembangunan wisma atlet. "Saya lupa. Tidak ingat,“ imbuhnya.
Mahyudin mengaku bahwa dia hanya mengingat bahwa posisi Angie adalah sebagai Ketua Pokja Anggaran yang ada di Komisi X. “Kesepakatan saja yang mulia,“ tukasnya.
(hyk)