Angie: Saya tunggu Nazar dan Koster di Tipikor
Kamis, 22 November 2012 - 12:28 WIB
Angie: Saya tunggu Nazar dan Koster di Tipikor
A
A
A
Sindonews.com - Terdakwa kasus korupsi di Kemendiknas dan Kemenpora Angelina Sondakh tengah menanti waktu di mana rekannya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Muhamad Nazarudin, dihadirkan sebagai saksi di persidangannya.
Selain Nazaruddin, mantan istri mendiang Adjie Massaid itu pun mengaku berharap Jaksa Penuntut Umum dapat menghadirkan I Wayan Koster.
“Kita pasrah kepada Allah, saya justru mengharapkan kehadiran mereka agar semuanya terang. Mudah-mudahan lah saya akan minta doanya saja,“ kata Angie saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Angie berkilah saat dikonfirmasi mengenai adanya skenario yang sengaja ingin menjatuhkannya. “Mengutip perkataan kata ayah saya, dia juga paham masalah ini, tapi terlalu kompleks untuk berikan komentar,“ kilahnya.
Mantan anggota Badan Anggaran itu tetap yakin tidak bersalah, dan mengaku tidak mempunyai kekayaan apapun.
“Saya hanya berdoa biar ketetapan Allah saja yang diketahui. Ayah saya juga selalu mengingatkan, kita kan orang daerah, kita enggak punya kekuasaan, kita gak punya duit yang banyak, tapi kita masih punya Allah. Insya Allah kebenaran hakiki itu kan dimiliki Allah,“ pungkasnya.
Selain Nazaruddin, mantan istri mendiang Adjie Massaid itu pun mengaku berharap Jaksa Penuntut Umum dapat menghadirkan I Wayan Koster.
“Kita pasrah kepada Allah, saya justru mengharapkan kehadiran mereka agar semuanya terang. Mudah-mudahan lah saya akan minta doanya saja,“ kata Angie saat ditemui di Pengadilan Tipikor, Jalan HR Rasuna Said, Jakarta, Kamis (22/11/2012).
Angie berkilah saat dikonfirmasi mengenai adanya skenario yang sengaja ingin menjatuhkannya. “Mengutip perkataan kata ayah saya, dia juga paham masalah ini, tapi terlalu kompleks untuk berikan komentar,“ kilahnya.
Mantan anggota Badan Anggaran itu tetap yakin tidak bersalah, dan mengaku tidak mempunyai kekayaan apapun.
“Saya hanya berdoa biar ketetapan Allah saja yang diketahui. Ayah saya juga selalu mengingatkan, kita kan orang daerah, kita enggak punya kekuasaan, kita gak punya duit yang banyak, tapi kita masih punya Allah. Insya Allah kebenaran hakiki itu kan dimiliki Allah,“ pungkasnya.
(hyk)