Idrus Laena bungkam soal laporan Dahlan
Rabu, 21 November 2012 - 14:49 WIB
Idrus Laena bungkam soal laporan Dahlan
A
A
A
Sindonews.com - Anggota Komisi VI Fraksi Partai Golkar Idris Laena sama sekali tutup mulut ketika ditanyakan keterlibatan dirinya terkait tuduhan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan mengenai oknum Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) pemeras BUMN.
Seusai memenuhi undangan Badan Kehormatan (BK) untuk dimintai keterangan perihal kasus tersebut, Idris berusaha menghindari kejaran wartawan. Kendati tidak banyak bicara, Idris mengatakan telah menyampaikan semua keterangan keterlibatan dirinya untuk kemudian diverifikasi oleh BK.
"Saya sudah memberikan keterangan ke BK. Tentu selanjutnya BK akan melakukan verifikasi apa yang saya sampaikan. Saya hanya menyampaikan apa yang saya pahami," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Ketika disinggung apakah dirinya membantah keterangan Dahlan Iskan, Idris enggan bersuara. Beberapa waktu sebelumnya, BK juga memanggil Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk dimintai keterangan, menyoal dirinya merevisi beberapa nama.
Sehari sebelumnya, BK juga sempat memanggil tiga Direktur Utama perusahaan BUMN yang diduga sebagai 'korban pemerasan' oknum anggota DPR. Dirut-dirut tersebut diantaranya Dirut PT. Merpati Nusantara Airlines, Dirut PT. Garam, dan Dirut PT. PAL.
Ketua BK M.Prakosa mengatakan, siap mengkonfrontir semua pihak bila diperlukan dan bila terjadi banyak bantahan.
Seusai memenuhi undangan Badan Kehormatan (BK) untuk dimintai keterangan perihal kasus tersebut, Idris berusaha menghindari kejaran wartawan. Kendati tidak banyak bicara, Idris mengatakan telah menyampaikan semua keterangan keterlibatan dirinya untuk kemudian diverifikasi oleh BK.
"Saya sudah memberikan keterangan ke BK. Tentu selanjutnya BK akan melakukan verifikasi apa yang saya sampaikan. Saya hanya menyampaikan apa yang saya pahami," ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (21/11/2012).
Ketika disinggung apakah dirinya membantah keterangan Dahlan Iskan, Idris enggan bersuara. Beberapa waktu sebelumnya, BK juga memanggil Menteri BUMN Dahlan Iskan untuk dimintai keterangan, menyoal dirinya merevisi beberapa nama.
Sehari sebelumnya, BK juga sempat memanggil tiga Direktur Utama perusahaan BUMN yang diduga sebagai 'korban pemerasan' oknum anggota DPR. Dirut-dirut tersebut diantaranya Dirut PT. Merpati Nusantara Airlines, Dirut PT. Garam, dan Dirut PT. PAL.
Ketua BK M.Prakosa mengatakan, siap mengkonfrontir semua pihak bila diperlukan dan bila terjadi banyak bantahan.
(san)