Ledakan bom tabung 3 kg, luar biasa
Selasa, 20 November 2012 - 16:25 WIB
Ledakan bom tabung 3 kg, luar biasa
A
A
A
Sindonews.com - Setelah olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), kantong plastik hitam berisi tabung gas tiga kilogram (kg) lengkap dengan bom rakitan, petugas menemukan rangkaian bom dengan tabung gas tiga kg tersebut secara terpisah. Tabung gas tersebut sengaja disandingkan dengan bom rakitan untuk mendapatkan efek daya ledak yang besar.
"Dilihat cara merangkai, rangkaian bom terpisah dengan tabung. Saat diledakkan, bom tersebut berdaya rendah. Namun, kenapa disanding, memahami tabung gas, dapat memicu ledakan cukup besar," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius didampingi Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012).
Boy melihat, dari beberapa kejadian sebelumnya, walaupun tabung gas tersebut hanya seberat tiga kg dapat memakan korban dan mengakibatkan keadaan yang fatal.
"Dalam beberapa kasus tabung gas tiga kilogram pernah beberapa kali mencederai orang-orang sekitar. Tabung tersebut jika disulut dengan api akan terjadi efek ledak yang luar biasa," imbuhnya.
Upaya untuk melihat kondisi ledakan, Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) menggunakan alat tertentu untuk mengurai secara paksa kandungan yang ada di bom.
"Rangkaian bom tersebut berisi batre, kabel serta bahan kimia. Dilihat dari kondisi rangkaian, rangkaiannya sudah sempurna. Karna menakutkan, kami mengambil langkah mengurai secara paksa dengan alat yang cukup," imbuhnya.
Untuk saat ini, Boy Rafli Amar belum bisa mengatakan apakah explosive dari keseluruhan benda tersebut low atau high. Yang jelas, detonator bom tersebut menggunakan waktu.
"Dilihat cara merangkai, rangkaian bom terpisah dengan tabung. Saat diledakkan, bom tersebut berdaya rendah. Namun, kenapa disanding, memahami tabung gas, dapat memicu ledakan cukup besar," ujar Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Suhardi Alius didampingi Karo Penmas Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012).
Boy melihat, dari beberapa kejadian sebelumnya, walaupun tabung gas tersebut hanya seberat tiga kg dapat memakan korban dan mengakibatkan keadaan yang fatal.
"Dalam beberapa kasus tabung gas tiga kilogram pernah beberapa kali mencederai orang-orang sekitar. Tabung tersebut jika disulut dengan api akan terjadi efek ledak yang luar biasa," imbuhnya.
Upaya untuk melihat kondisi ledakan, Tim Penjinak Bahan Peledak (Jihandak) menggunakan alat tertentu untuk mengurai secara paksa kandungan yang ada di bom.
"Rangkaian bom tersebut berisi batre, kabel serta bahan kimia. Dilihat dari kondisi rangkaian, rangkaiannya sudah sempurna. Karna menakutkan, kami mengambil langkah mengurai secara paksa dengan alat yang cukup," imbuhnya.
Untuk saat ini, Boy Rafli Amar belum bisa mengatakan apakah explosive dari keseluruhan benda tersebut low atau high. Yang jelas, detonator bom tersebut menggunakan waktu.
(mhd)