Sasaran bom Pasar Kliwon adalah polisi
Selasa, 20 November 2012 - 15:21 WIB
Sasaran bom Pasar Kliwon adalah polisi
A
A
A
Sindonews.com - Sasaran bom rakitan yang terdapat di halaman dalam Polsek Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah, kemungkinan besar adalah petugas kepolisian setempat. Pasalnya, sasaran itu dinilai sangat empuk untuk melumpuhkan anggota polisi lebih besar lagi.
"Kami terus meminta kewaspadaan terhadap petugas-petugas di pos-pos. Ada kemungkinan target petugas yang kecil-kecil (Polsek dan Polres). Kalau melakukan di kantor polisi yang besar kemungkinannya akan sulit," terang Kabid Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012).
Menurutnya, hal itu dilakukan oleh para teroris, karena mereka paham kalau tempat itu tidak terlalu ketat dari penjagaan. Soalnya, Polsek dan Polres merupakan pelayanan masyarakat yang cenderung penjagaannya longgar.
"Mereka memilih petugas yang jumlahnya kecil. Karena dasarnya Polsek dan Polres itu melayani masyarakat, jadi penjagaan kurang ketat," katanya.
Mabes Polri saat ini terus melakukan instruksi kepada anggotanya yang berada di pos-pos polisi untuk meningkatkan kewaspadaannya. Hal itu menyusul adanya beberapa aksi teror yang menjadi target operasinya adalah polisi.
"Kami terus meminta kewaspadaan terhadap petugas-petugas di pos-pos. Ada kemungkinan target petugas yang kecil-kecil (Polsek dan Polres). Kalau melakukan di kantor polisi yang besar kemungkinannya akan sulit," terang Kabid Humas Mabes Polri Boy Rafli Amar di Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Selasa (20/11/2012).
Menurutnya, hal itu dilakukan oleh para teroris, karena mereka paham kalau tempat itu tidak terlalu ketat dari penjagaan. Soalnya, Polsek dan Polres merupakan pelayanan masyarakat yang cenderung penjagaannya longgar.
"Mereka memilih petugas yang jumlahnya kecil. Karena dasarnya Polsek dan Polres itu melayani masyarakat, jadi penjagaan kurang ketat," katanya.
Mabes Polri saat ini terus melakukan instruksi kepada anggotanya yang berada di pos-pos polisi untuk meningkatkan kewaspadaannya. Hal itu menyusul adanya beberapa aksi teror yang menjadi target operasinya adalah polisi.
(mhd)