Dipo Alam dinilai permalukan Presiden

Senin, 19 November 2012 - 10:05 WIB
Dipo Alam dinilai permalukan...
Dipo Alam dinilai permalukan Presiden
A A A
Sindonews.com - Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Tjahjo Kumolo mengaku kecewa dengan langkah Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam yang belakangan diketahui melakukan tindakan tanpa koordinasi dan konsultasi terlebih dahujlu dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Awalnya saya apresiasi sikap Seskab yang segera melaporkan adanya permasalahan dibeberapa kementrian pemerintahan SBY ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tapi agak terkejut setelah mendengar via berita, bahwa ada pernyataan Juru Bicara Presiden Pak Pasha yang mengatakan Seskab tidak ada koordinasi sama Presiden SBY, dan itu pendapat atau sikap Seskab pribadi," ujar Tjahjo saat dihubungi wartawan, Senin (19/11/2012).

Sekretaris Jendral PDI-Perjuangan itu menilai, tindakan tersebut menjadi cerminan carut marutnya kondisi pemerintahan Indonesia. "Penyelenggaraan pemerintahan ini semakin parah, menteri sebagai pembantu Presiden, saling hajar satu sama lain secara terbuka di publik," tambahnya.

Dia melanjutkan, tugas Seskab adalah mengkoordinasikan tugas-tugas kementerian dan melaporkan ke Presiden, kalau ada koordinasi atau kebijakan kementrian yang tidak sesuai dengan arahan dan garis kebijakan.

"Tapi kok malah sikap Seskab mendahului kebijakan Presiden dan memporak porandakan jajaran kementrian yang harusnya bisa dikoordinasikan dengan baik agar kinerja kementrian berjalan sesuai arahan Presiden," lanjut Tjahjo.

Ditambahkan dia, langkah itu justru mempermalukan Presiden oleh pembantu Presidennya sendiri. Dia juga mengharapkan adanya klarifikiasi dari Juru Bicara Presiden Julian Aldrin Pasha atas pernyataannya tersebut.

"Pernyataan Jubir memang harus diklarifikasi, apa memang benar begitu. Jubir Presiden tentunya sebagaimana arahan Presiden, kalau Jubir jalan sendiri juga misalnya ya carut marutlah tata kelola penyelenggaraan pemerintahan ini. Kalau pembantu presiden masing-masing cari popularitas sendiri-sendiri, saya kira tidak pada tempatnya," tandasnya.
(san)
Berita Terkait
AHY Ngaku Tak Mudah...
AHY Ngaku Tak Mudah Sandang Nama Besar Yudhoyono: Kadang Ingin Protes
Demokrat Sedang Panas,...
Demokrat Sedang Panas, SBY Bertemu Dubes Uni Eropa
SBY Ajak Penonton Pestapora...
SBY Ajak Penonton Pestapora 2024 Nyanyi Lagu Pelangi di Matamu
SBY Jadi Magnet Penonton...
SBY Jadi Magnet Penonton Pestapora 2024 Hari Pertama
SBY Duet Bareng Yuni...
SBY Duet Bareng Yuni Shara, hingga Sandy Sondoro di Pestapora 2024
Tampil di Pestapora...
Tampil di Pestapora 2024 Hari Pertama, SBY: Masih Ingat Aku?
Berita Terkini
Kasus Korupsi MBG Jadi...
Kasus Korupsi MBG Jadi Alarm Integritas Yayasan, PFI Dorong Audit dan Pengawasan Ketat
BI Rate Naik dan Rupiah...
BI Rate Naik dan Rupiah (tetap) Melemah
Penahanan Sudewo Dipindah...
Penahanan Sudewo Dipindah ke Semarang Jelang Sidang Perdana Kasusnya
Mensos Gus Ipul Tegaskan...
Mensos Gus Ipul Tegaskan Tak Ada Zona Aman untuk Korupsi di Kemensos
Alasan Natalius Pigai...
Alasan Natalius Pigai Usul Jabatan Utama Polri Bisa Diisi Sipil
Silmy Karim Cs Ditahan...
Silmy Karim Cs Ditahan KPK, DPR Bakal Minta Penjelasan Kemenimipas
Infografis
5 Presiden Indonesia...
5 Presiden Indonesia yang Paling Sering Reshuffle Kabinet
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved