Dahlan harus berani benahi internalnya
Selasa, 13 November 2012 - 09:50 WIB
Dahlan harus berani benahi internalnya
A
A
A
Sindonews.com - Indonesia Corruption Watch (ICW) melihat pemerasan di Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tidak hanya dari pihak politikus. Melainkan dari pihak internal BUMN itu sendiri, oleh sebab itu Menteri BUMN Dahlan Iskan diminta untuk membenahi itu.
"Kalau dilihat data-data ICW, bukan cuma pemerasan oleh politikus, tapi ada masalah internal di dalam BUMN, ini juga harus dibenahi Dahlan. Bersihkan di BUMN, karena BUMN bukan hanya objek tapi subjek. Misalnya praktek dugaan korupsi tanpa ada dugaan politisi," kata Wakil Koordinator ICW Ade Irawan, saat dihubungi Sindonews, Senin (12/11/2012) malam.
Oleh sebab itu, dengan melapor kepada KPK maka Dahlan tidak hanya mengetahui siapa saja yang melakukan 'pemerasan' oleh oknum DPR, namun dirinya juga dapat membenahi di lembaganya sendiri, termasuk mengamankan untuk dijadikan 'sapi perahan'.
"Kalau bicara pemerasan, harus whistle blower, ketika akan diperas harus dilaporkan, bukan ke BK (Badan Kehormatan). Meski saat itu yang meminta BK, yah Dahlan percaya diri," ungkapnya.
Ade meminta, agar Dahlan tidak ragu-ragu untuk melakukan pembenahan di internalnya agar lembaganya lebih bersih dari praktik korupsi.
"Dahlan saya kira pertama mesti mau benahi BUMN jangan setengah-setengah harus pro aktif dan laporkan kepada KPK dengan dua tujuan untuk penyelidikan dari laporan pemerasan yang dia sampaikan itu serta pencegahan agar tidak ada lagi praktek pemerasan di BUMN," harapnya.
"Kalau dilihat data-data ICW, bukan cuma pemerasan oleh politikus, tapi ada masalah internal di dalam BUMN, ini juga harus dibenahi Dahlan. Bersihkan di BUMN, karena BUMN bukan hanya objek tapi subjek. Misalnya praktek dugaan korupsi tanpa ada dugaan politisi," kata Wakil Koordinator ICW Ade Irawan, saat dihubungi Sindonews, Senin (12/11/2012) malam.
Oleh sebab itu, dengan melapor kepada KPK maka Dahlan tidak hanya mengetahui siapa saja yang melakukan 'pemerasan' oleh oknum DPR, namun dirinya juga dapat membenahi di lembaganya sendiri, termasuk mengamankan untuk dijadikan 'sapi perahan'.
"Kalau bicara pemerasan, harus whistle blower, ketika akan diperas harus dilaporkan, bukan ke BK (Badan Kehormatan). Meski saat itu yang meminta BK, yah Dahlan percaya diri," ungkapnya.
Ade meminta, agar Dahlan tidak ragu-ragu untuk melakukan pembenahan di internalnya agar lembaganya lebih bersih dari praktik korupsi.
"Dahlan saya kira pertama mesti mau benahi BUMN jangan setengah-setengah harus pro aktif dan laporkan kepada KPK dengan dua tujuan untuk penyelidikan dari laporan pemerasan yang dia sampaikan itu serta pencegahan agar tidak ada lagi praktek pemerasan di BUMN," harapnya.
(mhd)