Negara terkesan membiarkan kekerasan terhadap aktivis
Rabu, 07 November 2012 - 16:03 WIB
Negara terkesan membiarkan kekerasan terhadap aktivis
A
A
A
Sindonews.com - Negara terkesan membiarkan berbagai kasus kekerasan yang menimpa para aktivis. Padahal, apa yang disampaikan aktivis adalah suara dari ketimpangan terjadi di masyarakat.
Kepala Departemen Jaringan dan Pengembangan Sumber Daya Walhi Khalisah Khalid mengatakan, Indonesia sebagai negara demokrasi dan pelindung Hak Asasi Manusia (HAM), sangat bertolak belakang dengan banyaknya aksi kekerasan yang menimpa para aktivis.
"Klaim sebagai negara demokrasi dan pelindung HAM, bertolak belakang dengan tingkat kekerasan yang terjadi pada aktivis," kata Khalisah, saat memberikan keterangan pers di Kantor Walhi, Jalan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2012).
Menurut Khalisah, dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatur perlindungan aktivis dalam menyuarakan kebaikan lingkungan.
"Ketidakberpihakan pemerintah pada masyarakat, lingkungan, membuat rentetan kasus kekerasan terhadap aktivis terus terjadi." tandasnya.
Seperti diketahui, Walhi menanggapi hal tersebut terkait dengan peristiwa penganiayaan yang menimpa menimpa I Wayan Suardana atau Gendo, aktivis Walhi Bali.
Pada Senin 5 November 2012, Gendo diserang dan dianiaya dua pria tak dikenal saat berada di kantor pengacara Wihartono, di Denpasar.
Kepala Departemen Jaringan dan Pengembangan Sumber Daya Walhi Khalisah Khalid mengatakan, Indonesia sebagai negara demokrasi dan pelindung Hak Asasi Manusia (HAM), sangat bertolak belakang dengan banyaknya aksi kekerasan yang menimpa para aktivis.
"Klaim sebagai negara demokrasi dan pelindung HAM, bertolak belakang dengan tingkat kekerasan yang terjadi pada aktivis," kata Khalisah, saat memberikan keterangan pers di Kantor Walhi, Jalan Tegal Parang, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2012).
Menurut Khalisah, dalam UU No 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, mengatur perlindungan aktivis dalam menyuarakan kebaikan lingkungan.
"Ketidakberpihakan pemerintah pada masyarakat, lingkungan, membuat rentetan kasus kekerasan terhadap aktivis terus terjadi." tandasnya.
Seperti diketahui, Walhi menanggapi hal tersebut terkait dengan peristiwa penganiayaan yang menimpa menimpa I Wayan Suardana atau Gendo, aktivis Walhi Bali.
Pada Senin 5 November 2012, Gendo diserang dan dianiaya dua pria tak dikenal saat berada di kantor pengacara Wihartono, di Denpasar.
(maf)