Dahlan dapat dukungan dari PBNU
Rabu, 07 November 2012 - 14:31 WIB
Dahlan dapat dukungan dari PBNU
A
A
A
Sindonews.com - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan mendapatkan dukungan dari Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) terkait niatnya yang ingin membongkar nama-nama anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), yang sering meminta 'jatah' dari BUMN.
Dukungan itu mengalir saat Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj padi tadi sekira pukul 08.30 Wib berkunjung ke kantor Dahlan. Dahlan sendiri menerima langsung kedatangan Said Agil.
"Kehadiran tokoh muslim itu untuk memberikan dukungan kepada Meneg BUMN untuk membersihkan BUMN, baik dari dalam BUMN sendiri maupun dari pihak luar," kata Koordinator BUMN Care Budi Purnomo Karjodihardjo, dalam rilisnya, Rabu (7/11/2012).
Menurut Budi, hal itu dilakukan karena Said Agil merasa muak dengan tindakan korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini. Bahkan, secara tegas dia mengusulkan agar pelaku koruptor diberi hukuman potong kaki dan tangan.
"Dia juga mengusulkan potong kaki dan potong tangan untuk setiap koruptor," tukas Budi.
Sebelumnya diketahui, perseteruan antara Dahlan dan DPR bermula dari pengakuan Dahlan yang mengatakan ada beberapa anggota DPR yang meminta 'jatah' dari BUMN. Pasca itu, beberapa nama inisial anggota DPR pun bermunculan.
Beberapa anggota DPR yang merasa gerah, bahkan balik menyerang Dahlan dengan menudingnya ikut terlibat di beberapa proyek PLN sewaktu dirinya menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN.
Baca berita terkait seputar pemeras BUMN disini
Dukungan itu mengalir saat Ketua Umum PBNU KH Said Agil Siraj padi tadi sekira pukul 08.30 Wib berkunjung ke kantor Dahlan. Dahlan sendiri menerima langsung kedatangan Said Agil.
"Kehadiran tokoh muslim itu untuk memberikan dukungan kepada Meneg BUMN untuk membersihkan BUMN, baik dari dalam BUMN sendiri maupun dari pihak luar," kata Koordinator BUMN Care Budi Purnomo Karjodihardjo, dalam rilisnya, Rabu (7/11/2012).
Menurut Budi, hal itu dilakukan karena Said Agil merasa muak dengan tindakan korupsi yang terjadi di Indonesia saat ini. Bahkan, secara tegas dia mengusulkan agar pelaku koruptor diberi hukuman potong kaki dan tangan.
"Dia juga mengusulkan potong kaki dan potong tangan untuk setiap koruptor," tukas Budi.
Sebelumnya diketahui, perseteruan antara Dahlan dan DPR bermula dari pengakuan Dahlan yang mengatakan ada beberapa anggota DPR yang meminta 'jatah' dari BUMN. Pasca itu, beberapa nama inisial anggota DPR pun bermunculan.
Beberapa anggota DPR yang merasa gerah, bahkan balik menyerang Dahlan dengan menudingnya ikut terlibat di beberapa proyek PLN sewaktu dirinya menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN.
Baca berita terkait seputar pemeras BUMN disini
(rsa)