Terduga teroris tulang punggung keluarga
Senin, 29 Oktober 2012 - 13:33 WIB
Terduga teroris tulang punggung keluarga
A
A
A
Sindonews.com - Siti Maryam (43), Ibu dari terduga teroris Herman Setiono (22) mengakui, anaknya merupakan tulang punggung keluarga setelah sang ayah meninggal pada 2005 silam.
Siti menjelaskan, Herman menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan buku, dan menghidupi ibu dan adiknya dari hasil menjual buku itu.
"Dia (Herman) adalah tulang punggung keluarga, dia jualan buku. Ayahnya sudah tujuh tahun meninggal," kata Siti, di Kantor Tim Pengacara Muslim (TPM), di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2012).
Karena itu, melihat aktivitas anaknya yang hanya sebagai penjual buku, Siti mengaku bingung dengan penangkapan yang dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.
"Gelagat aneh pun tidak terlihat pada anak saya. Apakah mengumpulkan barang-barang seperti yang disangkakan polisi diduga bom," tukas Siti.
Diketahui, Herman merupakan kakak kandung dari David Ashary (19) yang ditangkap bersamaan di rumahnya, Gang H Kimin, di RT/RW 03/09 No.24, Palmerah, Jakarta Barat, pada Sabtu 27 Oktober 2012, sekira pukul 11.00 WIB.
Siti menjelaskan, Herman menjadi tulang punggung keluarga dengan berjualan buku, dan menghidupi ibu dan adiknya dari hasil menjual buku itu.
"Dia (Herman) adalah tulang punggung keluarga, dia jualan buku. Ayahnya sudah tujuh tahun meninggal," kata Siti, di Kantor Tim Pengacara Muslim (TPM), di Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2012).
Karena itu, melihat aktivitas anaknya yang hanya sebagai penjual buku, Siti mengaku bingung dengan penangkapan yang dilakukan Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Mabes Polri.
"Gelagat aneh pun tidak terlihat pada anak saya. Apakah mengumpulkan barang-barang seperti yang disangkakan polisi diduga bom," tukas Siti.
Diketahui, Herman merupakan kakak kandung dari David Ashary (19) yang ditangkap bersamaan di rumahnya, Gang H Kimin, di RT/RW 03/09 No.24, Palmerah, Jakarta Barat, pada Sabtu 27 Oktober 2012, sekira pukul 11.00 WIB.
(maf)