Sunarto ditangkap saat membawa daging kurban
Senin, 29 Oktober 2012 - 12:46 WIB
Sunarto ditangkap saat membawa daging kurban
A
A
A
Sindonews.com - Keluarga Sunarto, terduga teroris yang ditangkap di Palmerah, Jakarta Barat, mengaku bingung kenapa pria yang akrab disapa Nanto itu dibawa oleh Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri.
Kakak kembar Sunarto, Sunardi Sofyan (39), mengatakan seluruh keluarga sangat kebingungan kenapa Sunarto ikut dibawa oleh tim Densus 88. Padahal, ketika itu Sunarto sedang mengantarkan daging kurban.
"Saya bingung, tiba-tiba Nanto digandeng Polisi berpakaian preman dan dibawa ke mobil polisi. Saya tanya apa-apaan ini, saya tanya mana surat penangkapannya," katanya di Kantor Tim Pembela Muslim (TPM) Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2012).
Namun, polisi ketika itu tidak memberikan surat penangkapan seperti yang diminta olehnya. Kebingungannya semakin bertambah saat mobil Gegana menyambangi, dan melakukan penggeledahan di kontrakannya yang terletak di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sunardi sendiri baru mengetahui jika Nanto ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi terorisme, dan telah dibawa ke Mako Brimob. "Saya mau nyusul ke Mako Brimob, tapi kata polisi Nanto masih di Polres (Jakarta Pusat). Ya sudah saya tunggu," ujarnya.
Menurutnya, saat penggerebekan Tim Densus 88 hanya membawa satu dus buku dan obat asma milik Nanto. "Cuma bawa satu kardus isinya buku, dan obat asma dia (Nanto) doang," tukasnya.
Kakak kembar Sunarto, Sunardi Sofyan (39), mengatakan seluruh keluarga sangat kebingungan kenapa Sunarto ikut dibawa oleh tim Densus 88. Padahal, ketika itu Sunarto sedang mengantarkan daging kurban.
"Saya bingung, tiba-tiba Nanto digandeng Polisi berpakaian preman dan dibawa ke mobil polisi. Saya tanya apa-apaan ini, saya tanya mana surat penangkapannya," katanya di Kantor Tim Pembela Muslim (TPM) Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Senin (29/10/2012).
Namun, polisi ketika itu tidak memberikan surat penangkapan seperti yang diminta olehnya. Kebingungannya semakin bertambah saat mobil Gegana menyambangi, dan melakukan penggeledahan di kontrakannya yang terletak di Kebon Kacang, Tanah Abang, Jakarta Pusat.
Sunardi sendiri baru mengetahui jika Nanto ditangkap karena diduga terlibat dalam aksi terorisme, dan telah dibawa ke Mako Brimob. "Saya mau nyusul ke Mako Brimob, tapi kata polisi Nanto masih di Polres (Jakarta Pusat). Ya sudah saya tunggu," ujarnya.
Menurutnya, saat penggerebekan Tim Densus 88 hanya membawa satu dus buku dan obat asma milik Nanto. "Cuma bawa satu kardus isinya buku, dan obat asma dia (Nanto) doang," tukasnya.
(lil)