Hasmi bantah terlibat teroris
Minggu, 28 Oktober 2012 - 00:40 WIB
Hasmi bantah terlibat teroris
A
A
A
Sindonews.com - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Harakah Sunniyyah untuk Masyarakat Islami (Hasmi) membantah tuduhan Mabes Polri terkait tudingan organisasinya yang terlibat jaringan organisasi teroris.
Ketua DPP Hasmi Muhammad Sarbini mengatakan, Hasmi yang dituduhkan Mabes Polri sangat berbeda dengan organisasinya. Hasmi versi Polri memiliki singkatan Harakah Sunni Untuk Masyarakat Indonesia. Sedangkan Hasmi organisasinya adalah Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami.
"Dari namamya saja sudah berbeda dengan versi yang dituduhkan," kata Muhammad Sarbini di kantor DPP Hasmi, Jalan Cimanglid Purnama, Sukamantri, Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu 27 Oktober 2012.
Muhammad Sarbini menambahkan, atas tuduhan nama Hasmi, pihaknya akan mendatangi Mabes Polri untuk meminta klarifikasi.
Dia juga tidak mengenal nama-nama terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88. "Kami memiliki anggota 10 ribu. Nama-nama yang ditangkap tidak ada didaftrar anggota kami," katanya.
Selain itu, atas pernyataan Mabes Polri, pihaknya mengeluarkan pernyataan atas tuduhan tersebut, diantaranya:
1. Hasmi (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) ormas Islam resmi yang terdaftar di Kemendagri Dirjen Kesbangpol dengan no 010000/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak 2005 yang berdomisili di jalan raya Cimanglid gang Purnama, Sukamantri, Tamansari, Kabupaten Bogor dan bergerak dalam bidang dakwah umum, sosial dan pendidikan.
2. Kami atas nama DPP Hasmi menegaskan bahwa organisasi Hasmi sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan bukan sama sekali organisasi kami.
3. Kami adalah ormas islam yang berkosentrasi pada dakwah umum dan pendidikan resmi dan dalam kegiatan syiarnya senantiasa mengajak untuk berdakwah dengan cara damai dan anti tindakan kekerasan.
4. Kepada anggota dan simpatisan Hasmi agar tetap tenang dan bertindak proporsional dalam menyikapi berita.
5. Kami terbuka untuk diwawancarai dan dimintai keterangan tentang pemernitahan tersebut.
Ketua DPP Hasmi Muhammad Sarbini mengatakan, Hasmi yang dituduhkan Mabes Polri sangat berbeda dengan organisasinya. Hasmi versi Polri memiliki singkatan Harakah Sunni Untuk Masyarakat Indonesia. Sedangkan Hasmi organisasinya adalah Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami.
"Dari namamya saja sudah berbeda dengan versi yang dituduhkan," kata Muhammad Sarbini di kantor DPP Hasmi, Jalan Cimanglid Purnama, Sukamantri, Ciomas, Kabupaten Bogor, Sabtu 27 Oktober 2012.
Muhammad Sarbini menambahkan, atas tuduhan nama Hasmi, pihaknya akan mendatangi Mabes Polri untuk meminta klarifikasi.
Dia juga tidak mengenal nama-nama terduga teroris yang ditangkap Detasemen Khusus (Densus) 88. "Kami memiliki anggota 10 ribu. Nama-nama yang ditangkap tidak ada didaftrar anggota kami," katanya.
Selain itu, atas pernyataan Mabes Polri, pihaknya mengeluarkan pernyataan atas tuduhan tersebut, diantaranya:
1. Hasmi (Harakah Sunniyyah Untuk Masyarakat Islami) ormas Islam resmi yang terdaftar di Kemendagri Dirjen Kesbangpol dengan no 010000/0064/D.III.4/III/2012 yang didirikan sejak 2005 yang berdomisili di jalan raya Cimanglid gang Purnama, Sukamantri, Tamansari, Kabupaten Bogor dan bergerak dalam bidang dakwah umum, sosial dan pendidikan.
2. Kami atas nama DPP Hasmi menegaskan bahwa organisasi Hasmi sebagaimana disebutkan dalam pemberitaan bukan sama sekali organisasi kami.
3. Kami adalah ormas islam yang berkosentrasi pada dakwah umum dan pendidikan resmi dan dalam kegiatan syiarnya senantiasa mengajak untuk berdakwah dengan cara damai dan anti tindakan kekerasan.
4. Kepada anggota dan simpatisan Hasmi agar tetap tenang dan bertindak proporsional dalam menyikapi berita.
5. Kami terbuka untuk diwawancarai dan dimintai keterangan tentang pemernitahan tersebut.
(rsa)