Setiap 4 jam, satu anak Indonesia tewas
Selasa, 23 Oktober 2012 - 12:11 WIB
Setiap 4 jam, satu anak Indonesia tewas
A
A
A
Sindonews.com - World Health Organization (WHO) merilis 16,02 persen anak Indonesia tewas karena kecelakaan lalu lintas. Angka itu hanya selisih 0,13 persen di bawah persentase anak Indonesia yang tewas karena penyakit Tubercolosis (TBC).
Dengan angka tersebut, artinya 31.185 orang meninggal akibat kecelakaan atau setiap 4 jam ada satu anak Indonesia tewas di jalan.
Meskipun sebenarnya tingkat fatalitas TBC dan kecelakaan lalu lintas tidak bisa dibandingkan secara langsung karena fatalitas kecelakaan lalu lintas bersifat akut atau cepat, berbeda dengan TBC yang bersifat kronis atau menahun.
"Sayangnya, terhadap penyakit yang bernama kecelakaan lalu lintas, kesadaran pencegahan atau imunisasi tidak dilakukan orang tua terhadap anak-anak Indonesia untuk menghindari dari kematian akibat kecelakaan lalu lintas," tulis Komite Keselamatan Anak Indonesia, dalam rilis yang diterima Sindonews, Selasa (23/10/2012).
Mereka menambahkan, potensi kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang menerpa anak Indonesia terus meningkat untuk usia 5-29 tahun. Peringkat pertama untuk usia 5-14 tahun, dan posisi kedua pada usia 15-29 tahun.
"Sebagian besar masyarakat dan pemerintah tidak menyadari bahwa setiap tahun Indonesia mengalami invisible disaster," tulisnya.
Dengan angka tersebut, artinya 31.185 orang meninggal akibat kecelakaan atau setiap 4 jam ada satu anak Indonesia tewas di jalan.
Meskipun sebenarnya tingkat fatalitas TBC dan kecelakaan lalu lintas tidak bisa dibandingkan secara langsung karena fatalitas kecelakaan lalu lintas bersifat akut atau cepat, berbeda dengan TBC yang bersifat kronis atau menahun.
"Sayangnya, terhadap penyakit yang bernama kecelakaan lalu lintas, kesadaran pencegahan atau imunisasi tidak dilakukan orang tua terhadap anak-anak Indonesia untuk menghindari dari kematian akibat kecelakaan lalu lintas," tulis Komite Keselamatan Anak Indonesia, dalam rilis yang diterima Sindonews, Selasa (23/10/2012).
Mereka menambahkan, potensi kematian akibat kecelakaan lalu lintas yang menerpa anak Indonesia terus meningkat untuk usia 5-29 tahun. Peringkat pertama untuk usia 5-14 tahun, dan posisi kedua pada usia 15-29 tahun.
"Sebagian besar masyarakat dan pemerintah tidak menyadari bahwa setiap tahun Indonesia mengalami invisible disaster," tulisnya.
(lns)