JAT bantah punya kamp militer
Jum'at, 19 Oktober 2012 - 15:51 WIB
JAT bantah punya kamp militer
A
A
A
Sindonews.com - Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) membantah mempunyai tempat pelatihan (kamp) militer di Poso. Bantahan ini sekaligus mengklarifikasi tudingan pembunuhan dua anggota polisi di Poso.
Juru Bicara JAT Ustad Sonhadi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak tahu daerah Tamanjeka, tempat hilangnya dan ditemukannya dua anggota Polisi yang tewas tersebut.
"Tamanjeka merupakan tempat yang bagi kita asing. Kami tegaskan, JAT tidak pernah mengadakan pelatihan militer, dan tidak punya tempat untuk pelatihan militer," kata Sonhadi, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Menurutnya, terbunuhnya dua anggota polisi di Poso, akibat konflik lama yang terjadi di daerah tersebut.
"Konflik Poso adalah konflik lama. Sebelum JAT ada, itu (konflik Poso) sudah terjadi," jelas Sonhadi.
Sebelumnya diketahui, siang tadi, beberapa anggota JAT mendatangi Mabes Polri untuk meminta klarifikasi, terkait pemberitaan keterlibatan mereka dalam peristiwa pembunuhan dua anggota polisi di Poso.
Dua polisi itu dinyatakan hilang sejak 8 oktober 2012, di Poso, Sulawesi Tengah. Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman kemudian ditemukan dalam keadaan tewas, pada Selasa 16 Oktober 2012.
Keduanya ditemukan tewas terkubur di lembah hitam, sekitar wilayah Dusun Tamanjeka dan Dusun Uweralulu, Kecamatan Poso Pesisir.
Tempat penemuan kuburan kedua anggota polisi itu, berjarak sekira tiga hingga empat kilomter dari Jalan Poros Trans Sulawesi, di Desa Lape.
Penemuan jenazah kedua anggota polisi itu, berawal dari penemuan sebuah helm di sekitar lokasi oleh personel TNI dari Kompi B Morowali Batalyon 714 Sintuwu Marosso Poso.
Juru Bicara JAT Ustad Sonhadi mengatakan, pihaknya sama sekali tidak tahu daerah Tamanjeka, tempat hilangnya dan ditemukannya dua anggota Polisi yang tewas tersebut.
"Tamanjeka merupakan tempat yang bagi kita asing. Kami tegaskan, JAT tidak pernah mengadakan pelatihan militer, dan tidak punya tempat untuk pelatihan militer," kata Sonhadi, di Mabes Polri, Jakarta, Jumat (19/10/2012).
Menurutnya, terbunuhnya dua anggota polisi di Poso, akibat konflik lama yang terjadi di daerah tersebut.
"Konflik Poso adalah konflik lama. Sebelum JAT ada, itu (konflik Poso) sudah terjadi," jelas Sonhadi.
Sebelumnya diketahui, siang tadi, beberapa anggota JAT mendatangi Mabes Polri untuk meminta klarifikasi, terkait pemberitaan keterlibatan mereka dalam peristiwa pembunuhan dua anggota polisi di Poso.
Dua polisi itu dinyatakan hilang sejak 8 oktober 2012, di Poso, Sulawesi Tengah. Briptu Andi Sapa dan Brigadir Sudirman kemudian ditemukan dalam keadaan tewas, pada Selasa 16 Oktober 2012.
Keduanya ditemukan tewas terkubur di lembah hitam, sekitar wilayah Dusun Tamanjeka dan Dusun Uweralulu, Kecamatan Poso Pesisir.
Tempat penemuan kuburan kedua anggota polisi itu, berjarak sekira tiga hingga empat kilomter dari Jalan Poros Trans Sulawesi, di Desa Lape.
Penemuan jenazah kedua anggota polisi itu, berawal dari penemuan sebuah helm di sekitar lokasi oleh personel TNI dari Kompi B Morowali Batalyon 714 Sintuwu Marosso Poso.
(maf)