PAN berharap hakim gunakan hati nurani
Kamis, 18 Oktober 2012 - 10:50 WIB
PAN berharap hakim gunakan hati nurani
A
A
A
Sindonews.com - Fraksi Partai Amanat Nasional (FPAN) DPR berharap, majelis hakim bisa berlaku objektif dalam memutus terdakwa kasus dugaan suap pengurusan alokasi dana Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah (PPID) tahun 2011, Wa Ode Nurhayati.
Sekretaris FPAN Teguh Juwarno mengatakan, majelis hakim memutus terdakwa dengan hati nurani bukan karena tekanan atau desakan dari luar.
"Seharusnya hakim objektif dan pakai nurani untuk tidak menghukum Wa Ode. Apalagi Wa Ode lebih tepat sebagai wishtle blower," kata Teguh, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (18/10/2012).
Mantan jurnalis ini menuturkan, dari hasil persidangan, tidak ada fakta yang layak untuk menjerat Wa Ode. wanita kelahiran Wakatobi itu tidak pernah menerima langsung uang dari penyuap.
"Sangkaan suap sebagai dasar TPPU (tindak pidana pencucian uang) sangat lemah," tegasnya.
Namun, dia mengaku pasrah dengan putusan hakim, menurutnya PAN sebagai partai yang taat Hukum akan tetap menghormati putusan hakim.
"Apapun vonis hakim akan kami hormati. Namun publik akan menilai apakah halkim bertindak adil atau tidak," ujarnya.
Sekretaris FPAN Teguh Juwarno mengatakan, majelis hakim memutus terdakwa dengan hati nurani bukan karena tekanan atau desakan dari luar.
"Seharusnya hakim objektif dan pakai nurani untuk tidak menghukum Wa Ode. Apalagi Wa Ode lebih tepat sebagai wishtle blower," kata Teguh, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis, (18/10/2012).
Mantan jurnalis ini menuturkan, dari hasil persidangan, tidak ada fakta yang layak untuk menjerat Wa Ode. wanita kelahiran Wakatobi itu tidak pernah menerima langsung uang dari penyuap.
"Sangkaan suap sebagai dasar TPPU (tindak pidana pencucian uang) sangat lemah," tegasnya.
Namun, dia mengaku pasrah dengan putusan hakim, menurutnya PAN sebagai partai yang taat Hukum akan tetap menghormati putusan hakim.
"Apapun vonis hakim akan kami hormati. Namun publik akan menilai apakah halkim bertindak adil atau tidak," ujarnya.
(maf)