Tindak tegas TNI pemukul wartawan
Rabu, 17 Oktober 2012 - 11:14 WIB
Tindak tegas TNI pemukul wartawan
A
A
A
Sindonews.com - Insiden pemukulan wartawan yang dilakukan beberapa oknum TNI saat meliput pesawat Hawk 200 yang jatuh di Riau, terus menuai protes dari berbagai kalangan.
Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Tantowi Yahya menegaskan, oknum TNI Angkatan Udara (AU) yang memukul wartawan tersebut, harus diproses secara hukum.
"Oknum TNI AU yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan haruslah diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Tantowi, melalui pesan singkatnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Anggota Komisi I DPR ini menambahkan, selain diproses melalu jalur pidana, oknum TNI tersebut harus mendapat tindakan dari internal TNI. Selain itu, pihak TNI AU
harus menjelaskan kronologis peristiwa tersebut kepada masyarakat luas dan segera meminta maaf agar masalah ini tidak berlarut-larut.
"Harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka sekaligus membantu proses pengobatan," katanya.
Kalaupun ada yang harus dirahasiakan, mestinya TNI mengedepankan proses dialog kepada kalangan pers. Menurutnya peralatan yang rusak milik wartawan harus segera diganti.
"TNI harus mengganti alat jurnalistik lainnya yang rusak akibat penganiayaan tersebut," pungkasnya.
Wakil Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Golkar Tantowi Yahya menegaskan, oknum TNI Angkatan Udara (AU) yang memukul wartawan tersebut, harus diproses secara hukum.
"Oknum TNI AU yang melakukan tindak kekerasan terhadap wartawan haruslah diproses sesuai hukum yang berlaku," kata Tantowi, melalui pesan singkatnya kepada wartawan, di Jakarta, Rabu (17/10/2012).
Anggota Komisi I DPR ini menambahkan, selain diproses melalu jalur pidana, oknum TNI tersebut harus mendapat tindakan dari internal TNI. Selain itu, pihak TNI AU
harus menjelaskan kronologis peristiwa tersebut kepada masyarakat luas dan segera meminta maaf agar masalah ini tidak berlarut-larut.
"Harus menyampaikan permohonan maaf secara terbuka sekaligus membantu proses pengobatan," katanya.
Kalaupun ada yang harus dirahasiakan, mestinya TNI mengedepankan proses dialog kepada kalangan pers. Menurutnya peralatan yang rusak milik wartawan harus segera diganti.
"TNI harus mengganti alat jurnalistik lainnya yang rusak akibat penganiayaan tersebut," pungkasnya.
(maf)