Hawk 200 masih laik terbang
Selasa, 16 Oktober 2012 - 13:26 WIB
Hawk 200 masih laik terbang
A
A
A
Sindonews.com - Pesawat Hawk 200 single seater milik TNI Angkatan Udara (AU) yang jatuh di kawasan Marpoyan, Pekanbaru, Riau dinilai masih laik terbang, karena pihak TNI rajin melakukan perawatan terhadap pesawat yang ditempatkan di Pontianak, dan Pekanbaru itu.
Wakil Ketua Komisi I Tb Hasanuddin mengatakan, TNI AU sangat merawat pesawat buatan Inggris tersebut. Pasalnya, TNI AU juga memiliki dua skuadron pesawat serupa yang ditempatkan di Pontianak, dan Pekanbaru.
"Itu masih cukup laik, pesawat itu buatan Inggris. Ketika itu kita beli dua skuadron. TNI secara berkala mengajukan biaya perawatan, tidak ada yang dikhawatirkan, pesawat itu masih bagus," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Dia mengungkapkan, sebaiknya semua pihak tidak berspekulasi terkait jatuhnya pesawat tempur tersebut, dan menunggu hasil penyelidikan selesai. "Harus harus menunggu hasil investigasi," ujarnya.
Seperti diketahui, pesawat tempur milik TNI AU jenis Hawk 200 single seater jatuh di kawasan Marpoyan, Pekanbaru, setelah sebelumnya berputar-putar di udara. Beruntung, pilot pesawat tersebut masih sempat untuk keluar dari pesawat menggunakan kursi pelontar, dan terjun menggunakan parasut," ungkapnya.
Wakil Ketua Komisi I Tb Hasanuddin mengatakan, TNI AU sangat merawat pesawat buatan Inggris tersebut. Pasalnya, TNI AU juga memiliki dua skuadron pesawat serupa yang ditempatkan di Pontianak, dan Pekanbaru.
"Itu masih cukup laik, pesawat itu buatan Inggris. Ketika itu kita beli dua skuadron. TNI secara berkala mengajukan biaya perawatan, tidak ada yang dikhawatirkan, pesawat itu masih bagus," katanya di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (16/10/2012).
Dia mengungkapkan, sebaiknya semua pihak tidak berspekulasi terkait jatuhnya pesawat tempur tersebut, dan menunggu hasil penyelidikan selesai. "Harus harus menunggu hasil investigasi," ujarnya.
Seperti diketahui, pesawat tempur milik TNI AU jenis Hawk 200 single seater jatuh di kawasan Marpoyan, Pekanbaru, setelah sebelumnya berputar-putar di udara. Beruntung, pilot pesawat tersebut masih sempat untuk keluar dari pesawat menggunakan kursi pelontar, dan terjun menggunakan parasut," ungkapnya.
(lil)