Soal kongkalikong, Dipo tolak minta maaf
Senin, 15 Oktober 2012 - 20:43 WIB
Soal kongkalikong, Dipo tolak minta maaf
A
A
A
Sindonews.com - Diminta meminta maaf oleh Anggota DPR RI atas pernyataannya mengenai "kongkalikong" partai politik (parpol), legislatif dengan eksekutif dalam mengamankan anggaran di daerah. Sekretaris Kabinet (Seskab) Dipo Alam menolaknya.
Peristiwa tersebut terjadi saat Rapat antara Komisi II DPR bidang pemerintahan dengan Seskab Dipo Alam, Senin (15/10/2012) siang.
Alasan Dipo tak ingin meminta maaf, karena dirinya hanya menjalankan fungsi kabinet.
"Tidak ada keinginan dari hati kami untuk menghina siapapun. Kenapa harus saya yang minta maaf, saya tidak merasa salah, fungsi saya menjalankan yang terkait dengan kabinet," ujar Dipo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Sementara politikus partai Hanura, Akbar Faisal terlihat kesal dengan sikap Dipo yang tidak mau minta maaf. Menurutnya Dipo tidak pantas menduduki posisi sekretaris kabinet.
"Bapak punya agenda apa disini, saya sudah mempertanyakan kepada menteri senior saat pelantikan Gubernur DIY. Bahwa ada upaya membenturkan istana dan DPR dan istana dengan parpol," tegasnya.
Anggota Komisi II ini berharap, agar dengan segala kebesaran hatinya, Dipo Alam mau meminta maaf terhadap DPR.
"Apakah kita sepatutnya menerima seorang yang tidak menghormati. Dengan segala hormat, saya berharap saling mengoreksi diri," pungkasnya.
Peristiwa tersebut terjadi saat Rapat antara Komisi II DPR bidang pemerintahan dengan Seskab Dipo Alam, Senin (15/10/2012) siang.
Alasan Dipo tak ingin meminta maaf, karena dirinya hanya menjalankan fungsi kabinet.
"Tidak ada keinginan dari hati kami untuk menghina siapapun. Kenapa harus saya yang minta maaf, saya tidak merasa salah, fungsi saya menjalankan yang terkait dengan kabinet," ujar Dipo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.
Sementara politikus partai Hanura, Akbar Faisal terlihat kesal dengan sikap Dipo yang tidak mau minta maaf. Menurutnya Dipo tidak pantas menduduki posisi sekretaris kabinet.
"Bapak punya agenda apa disini, saya sudah mempertanyakan kepada menteri senior saat pelantikan Gubernur DIY. Bahwa ada upaya membenturkan istana dan DPR dan istana dengan parpol," tegasnya.
Anggota Komisi II ini berharap, agar dengan segala kebesaran hatinya, Dipo Alam mau meminta maaf terhadap DPR.
"Apakah kita sepatutnya menerima seorang yang tidak menghormati. Dengan segala hormat, saya berharap saling mengoreksi diri," pungkasnya.
(maf)