PKB tuding LSN berpolitik
Senin, 15 Oktober 2012 - 18:30 WIB
PKB tuding LSN berpolitik
A
A
A
Sindonews.com - Hasil survei yang dikeluarkan Lembaga Survei Nasional (LSN) hari ini terhadap elektabilitas partai politik (parpol) dinilai sarat dengan kepentingan politik.
LSN dituding telah melakukan permainan politik untuk menggiring opini publik.
"Ini lembaga survei sudah bermain politik, ada upaya penggiringan opini, ada upaya mempengaruhi persepsi masyarakat," ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jakfar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Selain itu, Marwan menilai, lembaga survei saat ini sudah seperti perusahaan. Menurutnya, siapa yang melakukan investasi maka elektabilitas partai politiknya akan dinaikkan.
"Ini mendegradasi para peneliti, sisi metodologi saja tidak pernah menjelaskan PKB kalau di kota tidak bagus tetapi kalau di desa bagus," gusar Marwan.
Hasil survei, lanjut Marwan sama sekali tidak menjadi acuan bagi PKB. Namun ia sangat keberatan dengan hasil yang dikeluarkan hari ini. Menurutnya hal tersebut merupakan tindakan mempengaruhi opini publik.
Politikus PKB ini juga tidak suka dengan istilah dikotomi yang digunakan lembaga survei tersebut, antara partai nasionalis dan dan partai Islam.
"Kami bukan partai Islam. Kami kategorinya Pancasila, kami nasionalis," tegasnya.
LSN dituding telah melakukan permainan politik untuk menggiring opini publik.
"Ini lembaga survei sudah bermain politik, ada upaya penggiringan opini, ada upaya mempengaruhi persepsi masyarakat," ujar Ketua Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jakfar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (15/10/2012).
Selain itu, Marwan menilai, lembaga survei saat ini sudah seperti perusahaan. Menurutnya, siapa yang melakukan investasi maka elektabilitas partai politiknya akan dinaikkan.
"Ini mendegradasi para peneliti, sisi metodologi saja tidak pernah menjelaskan PKB kalau di kota tidak bagus tetapi kalau di desa bagus," gusar Marwan.
Hasil survei, lanjut Marwan sama sekali tidak menjadi acuan bagi PKB. Namun ia sangat keberatan dengan hasil yang dikeluarkan hari ini. Menurutnya hal tersebut merupakan tindakan mempengaruhi opini publik.
Politikus PKB ini juga tidak suka dengan istilah dikotomi yang digunakan lembaga survei tersebut, antara partai nasionalis dan dan partai Islam.
"Kami bukan partai Islam. Kami kategorinya Pancasila, kami nasionalis," tegasnya.
(rsa)