JK kritik grasi terpidana mati

Senin, 15 Oktober 2012 - 16:11 WIB
JK kritik grasi terpidana...
JK kritik grasi terpidana mati
A A A
Sindonews.com - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla mengkritik grasi bagi terpidana mati di Indonesia. Pasalnya, sejumlah negara masih menerapkan hukuman mati bagi kriminal yang merusak kehidupan masyarakat.

"Dibanyak negara seperti Singapura, Malaysia, di Amerika itu hukuman mati masih berlaku untuk hal-hal yang betul-betul merusak kehidupan masyakat," ujar JK di Hotel Century Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012).

Mantan Ketua Umum Golkar ini menjelaskan, bahwa setiap individu bukan hanya mempunyai hak tapi juga punya kewajiban untuk mematuhi segala aturan.

Menurutnya, dalam undang-undang dasar 1945 setiap orang berhak menuntut haknya termasuk hak hidup wajar tapi harus memenuhi kewajiban untuk taat kepada hukum dan undang-undang yang berlaku.

"Kalau melanggar Undang-undang itu layak dihukum, itu HAM juga. Jadi HAM itu bukan hanya hak, ada kewajiban. Begitu anda melanggar itu anda bisa dihukum," pungkas JK.

Seperti diketahui, Mahkamah Agung (MA) sempat merilis data tentang dikabulkannya permohonan grasi terpidana mati kasus narkoba Deni Setia Maharwan alias Rafi, dan Merika Pranola alias Ola alias Tania.

Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 7/G/2012 yang ditandatangani presiden pada 25 Januari 2012 lalu itu, mengubah hukuman Deni menjadi hukuman seumur hidup.

Sebelumnya, pada 26 September 2011 Presiden juga mengeluarkan Keppres Nomor 35/G/2011 yang mengubah hukuman Ola dari hukuman mati menjadi hukuman seumur hidup.
(ysw)
Berita Terkait
Hadapi Hukuman Mati,...
Hadapi Hukuman Mati, Pembunuh Keji Sisca Yofie Minta Grasi Presiden Jokowi
Dipenjara 22 Tahun,...
Dipenjara 22 Tahun, Mantan Presiden Korsel Park Geun-hye Diampuni Pemerintah
Obral Grasi, Militer...
Obral Grasi, Militer Myanmar Ampuni Lebih dari 23.000 Tahanan
Trump Obral Grasi di...
Trump Obral Grasi di Jam-jam Terakhir Kepresidenannya
Menko Polhukam Berencana...
Menko Polhukam Berencana Beri Grasi Massal untuk Narapidana Kasus Narkoba
Jelang Lengser, Presiden...
Jelang Lengser, Presiden AS Joe Biden Ringankan Hukuman Hampir 1.500 Penjahat dalam Sehari
Berita Terkini
BGN Larang Dapur MBG...
BGN Larang Dapur MBG Gunakan Elpiji 3 Kg, Minyakita dan Beras SPHP: Melanggar Ditutup Permanen!
Hari Ketiga Ditahan...
Hari Ketiga Ditahan di Rutan KPK, Febrie Adriansyah Dikunjungi Keluarga dan Dikirimi Makanan
BGN Tutup Permanen 833...
BGN Tutup Permanen 833 Dapur MBG, Terbanyak di Luar Jawa karena Langgar Standar
BGN Pecat Ratusan Pegawai,...
BGN Pecat Ratusan Pegawai, Sudaryono: Ada yang Terindikasi Judi Online hingga Ngentit Duit
Teuku Riefky Diharapkan...
Teuku Riefky Diharapkan Jadi Figur Pemersatu Jelang Musda Demokrat Aceh
KPK: Febrie Adriansyah...
KPK: Febrie Adriansyah Kenakan Rompi Tahanan saat Registrasi
Infografis
Jusuf Muda Dalam, Menteri...
Jusuf Muda Dalam, Menteri yang Dihukum Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved