Partai Islam dinilai terlalu percaya diri
Senin, 15 Oktober 2012 - 15:17 WIB
Partai Islam dinilai terlalu percaya diri
A
A
A
Sindonews.com - Lembaga Survei Nasional (LSN) merilis hasil survei terbarunya yang menempatkan elektabilitas partai Islam jauh berada dibawah partai Nasionalis.
Dalam rilis tersebut partai Islam dinilai terlalu yakin mempunyai konstituen yang loyal terhadap partainya.
"Partai islam terlalu percaya mereka punya konstituen tetap," ujar Direktur ekskutif LSN Umar S Bakry di Hotel Century, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012).
Umar mencontohkan, elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dinilai terlalu yakin jika orang Nahdatul Ulama (NU) akan memilihnya. Hal serupa juga setali dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang meyakini bahwa orang Muhamadiyah akan selalu memilihnya.
"Terlalu over confident, padahal dalam politik modern itu tidak bisa," ujarnya.
Permasalahan lain, sambung Umar partai Islam cenderung tidak mempunyai tokoh nasional yang berhasil merebut simpati Masyarakat.
"Mereka tidak punya tokoh yang bisa dijual, itu memang klasik tapi kenyataannya seperti itu, belum punya tokoh yang bisa diterima publik," ujarnya.
LSN melansir hasil Survei elektabilitas partai politik yakni Golkar 18,1 persen, PDI Perjuangan 14,4 persen, Gerindra 12,5 Persen, Demokrat 5,9 persen, disusul Hanura 5,6 persen, dan NasDem 5,1 persen.
Sementara partai Islam yakni PKS 4,4 persen, PKB 2,8 Persen, PAN 2,3 persen, PPP 2,2 persen.
Survei LSN dilaksanakan pada tanggal 10-24 September 2012 di 33 Provinsi di Seluruh Indonesia dengan populasi seluruh penduduk Indonesia yang memiliki hak pilih dengan jumlah sampel sebanyak 1.230 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rembang berjenjang.
Dalam rilis tersebut partai Islam dinilai terlalu yakin mempunyai konstituen yang loyal terhadap partainya.
"Partai islam terlalu percaya mereka punya konstituen tetap," ujar Direktur ekskutif LSN Umar S Bakry di Hotel Century, Jakarta Pusat, Senin (15/10/2012).
Umar mencontohkan, elite Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang dinilai terlalu yakin jika orang Nahdatul Ulama (NU) akan memilihnya. Hal serupa juga setali dengan Partai Amanat Nasional (PAN) yang meyakini bahwa orang Muhamadiyah akan selalu memilihnya.
"Terlalu over confident, padahal dalam politik modern itu tidak bisa," ujarnya.
Permasalahan lain, sambung Umar partai Islam cenderung tidak mempunyai tokoh nasional yang berhasil merebut simpati Masyarakat.
"Mereka tidak punya tokoh yang bisa dijual, itu memang klasik tapi kenyataannya seperti itu, belum punya tokoh yang bisa diterima publik," ujarnya.
LSN melansir hasil Survei elektabilitas partai politik yakni Golkar 18,1 persen, PDI Perjuangan 14,4 persen, Gerindra 12,5 Persen, Demokrat 5,9 persen, disusul Hanura 5,6 persen, dan NasDem 5,1 persen.
Sementara partai Islam yakni PKS 4,4 persen, PKB 2,8 Persen, PAN 2,3 persen, PPP 2,2 persen.
Survei LSN dilaksanakan pada tanggal 10-24 September 2012 di 33 Provinsi di Seluruh Indonesia dengan populasi seluruh penduduk Indonesia yang memiliki hak pilih dengan jumlah sampel sebanyak 1.230 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rembang berjenjang.
(rsa)