Elektabilitras Demokrat makin anjlok
Senin, 15 Oktober 2012 - 14:31 WIB
Elektabilitras Demokrat makin anjlok
A
A
A
Sindonews.com - Tingkat elektabilitas Partai Demokrat terus mengalami penurunan. Hal itu terungkap dalam survei terbaru Lembaga Survei Nasional (LSN). Disebutkan dalam survei itu, Demokrat berada di posisi keempat, setelah Partai Golkar, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), dan Gerindra.
Direktur Ekskutif LSN Umar S Bakry mengatakan, pada Juni 2012, posisi Partai Demokrat masih ada diperingkat tiga dengan elektabilitas 10,5 persen dan terus merosot seiring dengan tingginya kasus korupsi yang menjerat partai itu.
"Kasus yang menyeret beberapa kader partai berlambang mercy ini membuat membuat sismpatisan Partai Demokrat beralih ke partai lain yang dianggap lebih bersih. Jika Pemilu dilaksanakan pada saat survei, hanya 5.9 persen yang memilih partai Demokrat," ujar Umar, di Hotel Century di Jakarta, Senin (15/10/2012).
Ditambahkan dia, Partai Golkar 18.1 persen, PDI Perjuangan 14.4 persen dan Partai Gerindra 12,5 Persen. Selanjutnya, Partai Demokrat, disusul partai Hanura 5.6 persen, Partai NasDem 5.1 persen, PKS 4.4 persen, PKB,2.8 Persen, PAN 2.3 persen, dan PPP 2.2 Persen.
"Sebanyak 51.4 Persen responden menyatakan kader Demokrat banyak terlibat korupsi. Hal ini tentu berbeda dengan rilis yang dikeluarkan oleh seskab Dipo Alam yang menempatkan Partai Ddemokrat diposisi ketiga," terangnya.
Survei LSN dilakukan pada 10-24 September 2012 di 33 provinsi dengan populasi seluruh penduduk yang memiliki hak pilih dengan jumlah sampel sebanyak 1.230 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rembang berjenjang. Margin of errornya, sebesar 2.8 persen.
Direktur Ekskutif LSN Umar S Bakry mengatakan, pada Juni 2012, posisi Partai Demokrat masih ada diperingkat tiga dengan elektabilitas 10,5 persen dan terus merosot seiring dengan tingginya kasus korupsi yang menjerat partai itu.
"Kasus yang menyeret beberapa kader partai berlambang mercy ini membuat membuat sismpatisan Partai Demokrat beralih ke partai lain yang dianggap lebih bersih. Jika Pemilu dilaksanakan pada saat survei, hanya 5.9 persen yang memilih partai Demokrat," ujar Umar, di Hotel Century di Jakarta, Senin (15/10/2012).
Ditambahkan dia, Partai Golkar 18.1 persen, PDI Perjuangan 14.4 persen dan Partai Gerindra 12,5 Persen. Selanjutnya, Partai Demokrat, disusul partai Hanura 5.6 persen, Partai NasDem 5.1 persen, PKS 4.4 persen, PKB,2.8 Persen, PAN 2.3 persen, dan PPP 2.2 Persen.
"Sebanyak 51.4 Persen responden menyatakan kader Demokrat banyak terlibat korupsi. Hal ini tentu berbeda dengan rilis yang dikeluarkan oleh seskab Dipo Alam yang menempatkan Partai Ddemokrat diposisi ketiga," terangnya.
Survei LSN dilakukan pada 10-24 September 2012 di 33 provinsi dengan populasi seluruh penduduk yang memiliki hak pilih dengan jumlah sampel sebanyak 1.230 responden yang diperoleh melalui teknik pencuplikan secara rembang berjenjang. Margin of errornya, sebesar 2.8 persen.
(san)