Polri & Kejagung tak bisa lagi berdalih

Senin, 15 Oktober 2012 - 00:25 WIB
Polri & Kejagung tak...
Polri & Kejagung tak bisa lagi berdalih
A A A
Sindonews.com - Penyetaraan anggaran antara ketiga lembaga penegak hukum, yakni Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan Agung (Kejagung), dan Polri dinilai sebagai ajang pembuktian diri masing masing institusi dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

Anggota Komisi III DPR, Indra mengatakan, dengan adanya penyetaraan anggaran tersebut dapat membuktikan siapa diantara ketiga institusi penegak hukum tersebut yang serius dalam penanganan kasus korupsi. Pasalnya, dengan kesetaraan itu, persoalan anggaran tidak lagi menjadi alasan kendalam dalam melakukan pemberantasan tindak pidana korupsi.

"Dengan begitu, tidak ada alasan lagi bagi Kepolisian dan Kejagung untuk beralasan anggaran minim," kata Indra dalam siaran persnya yang diterima Sindonews, (Minggu 14/10/2012).

Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini menyampaikan, dukungan fraksinya di DPR atas perimbangan anggaran antara KPK, Kepolisian dan Kejaksaan tentunya ditujukan untuk mendukung optimalisasi dan efektifitas pemberantasan korupsi yang dilaksanakan oleh Kepolisian dan Kejaksaan.

Alasannya, kebijakan ini dianggap penting dan strategis untuk mempercepat pemberantasan korupsi di negeri ini. "Dengan politik angaran tipikor yang sama ini, kami berharap ada persaingan yang sehat dalam pemberantasan korupsi. Sehingga cita-cita kita memberantas korupsi secara masif dan afektif di seluruh Indonesia bisa terwujud," jelasnya.

Dia menambahkan, dengan penyetaraan anggaran tersebut, masyarakat bisa lebih objektif melihat siapakah yang sebenarnya lebih fokus dan serius dalam penanganan persoalan korupsi. Lanjutnya, selama ini kepolisisan dan kejaksaan sering melontarkan alasan tidak optimal melakukan pemberantasan korupsi, karena anggaran yang minim.

"Kalau nanti setelah anggarannya disamakan, ternyata pemberantasan korupsi yang dilakukan Kejaksaan dan Kepolisian tidak efektif juga, maka dapat dipastikan bahwa memang ada persoalan mendasar lainnya di internal Kejaksaan dan Kepolisian, berarti ada kultur, struktur, dan sistem yang salah di Kejaksaan dan Kepolisian," tandasnya.
(kur)
Berita Terkait
Menperin: Industri Manufaktur...
Menperin: Industri Manufaktur tumbuh Positif 4,88 Persen
Polres Simalungun Diganjar...
Polres Simalungun Diganjar Kapoldasu Penghargaan IKPA
Kinerja Baik, Kapolda...
Kinerja Baik, Kapolda Jatim Nico Berikan Penghargaan untuk Polres dan Anggota
YouTuber Muhammad Kace...
YouTuber Muhammad Kace Ditangkap, MUI Apresiasi Kinerja Polisi
Marak Pencurian Mesin...
Marak Pencurian Mesin Traktor, Kinerja Polisi Wajo Disorot
Kapolri Sebut Peningkatan...
Kapolri Sebut Peningkatan Kesejahteraan Bisa Maksimalkan Kinerja Polisi
Berita Terkini
Momen Pelimpahan Roy...
Momen Pelimpahan Roy Suryo ke Kejaksaan, Sempat Adu Mulut Tolak Pakai Baju Tahanan
5.000 Jembatan Gantung...
5.000 Jembatan Gantung Dibangun, Prabowo Ingin Percepat Konektivitas Pelosok
Keluarga Roy Suryo dan...
Keluarga Roy Suryo dan Dokter Tifa Resmi Ajukan Penangguhan Penahanan
Din Syamsuddin Ungkap...
Din Syamsuddin Ungkap Bung Karno Tokoh Dikagumi Dunia Internasional
Dilimpahkan ke Kejari...
Dilimpahkan ke Kejari Jaksel, Roy Suryo: Allahu Akbar, Terus Semangat!
Keluar dari RS Polri,...
Keluar dari RS Polri, Roy Suryo Kepalkan Tangan, dr tifa Dipegang 2 Polisi
Infografis
Skuad Timnas Spanyol...
Skuad Timnas Spanyol di Piala Dunia 2026, Tak Ada Pemain Real Madrid
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved