Kampus tawuran, akreditasi turun
Minggu, 14 Oktober 2012 - 07:42 WIB
Kampus tawuran, akreditasi turun
A
A
A
Sindonews.com - Untuk menekan tawuran mahasiswa, Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan memberikan sanksi tegas pada universitas yang tidak bisa melakukan pencegahan di kampusnya.
Mendikbud M Nuh mengancam, akan menurunkan akreditasi kampus yang mahasiswanya terlibat tawuran. "Akreditasi akan diturunkan menjadi B atau C, biar pengelola kampus kelimpungan," katanya usai memberikan Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan Hatta-Sjahrir di Banda Neira, Maluku, Sabtu 13 Oktober 2012.
Dia menegaskan, keseluruhan sanksi ini tidak hanya akan dijatuhkan ke UNM namun terbuka bagi seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kemendikbud juga akan mendorong rektor untuk memberikan sanksi langsung begitu melihat ada mahasiswanya yang memukul dengan sanksi skorsing atau bahkan langsung dikeluarkan saja.
"Jika hukum ditegakkan maka pelaku tawuran akan berpikir dua kali untuk menyulut aksi tawuran," katanya.
Seluruh opsi sanksi ini, lanjutnya, akan disampaikan Senin (15/10/2012) dimana mendikbud akan memanggil seluruh PTN. Mereka akan bersama-sama membuat komitmen terhadap penegakan aturan di kampus.
Pihak kampus juga diminta untuk mendorong, mengembangkan, dan menciptakan ruang-ruang publik untuk berkreasi, berekspresi, dan mengembangkan intelektual yang berbasis akademik di masing-masing PTN.
"Biasanya yang nakal, ruang untuk berekspresi itu terbatas," kata Nuh. Kemendikbud juga akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian di daerah untuk memperketat razia senjata tajam.
Mendikbud M Nuh mengancam, akan menurunkan akreditasi kampus yang mahasiswanya terlibat tawuran. "Akreditasi akan diturunkan menjadi B atau C, biar pengelola kampus kelimpungan," katanya usai memberikan Kuliah Umum di Sekolah Tinggi Ilmu Perikanan Hatta-Sjahrir di Banda Neira, Maluku, Sabtu 13 Oktober 2012.
Dia menegaskan, keseluruhan sanksi ini tidak hanya akan dijatuhkan ke UNM namun terbuka bagi seluruh Perguruan Tinggi Negeri (PTN).
Kemendikbud juga akan mendorong rektor untuk memberikan sanksi langsung begitu melihat ada mahasiswanya yang memukul dengan sanksi skorsing atau bahkan langsung dikeluarkan saja.
"Jika hukum ditegakkan maka pelaku tawuran akan berpikir dua kali untuk menyulut aksi tawuran," katanya.
Seluruh opsi sanksi ini, lanjutnya, akan disampaikan Senin (15/10/2012) dimana mendikbud akan memanggil seluruh PTN. Mereka akan bersama-sama membuat komitmen terhadap penegakan aturan di kampus.
Pihak kampus juga diminta untuk mendorong, mengembangkan, dan menciptakan ruang-ruang publik untuk berkreasi, berekspresi, dan mengembangkan intelektual yang berbasis akademik di masing-masing PTN.
"Biasanya yang nakal, ruang untuk berekspresi itu terbatas," kata Nuh. Kemendikbud juga akan terus bekerja sama dengan pihak kepolisian di daerah untuk memperketat razia senjata tajam.
(ysw)