Gerindra bantah jadi penumpang gelap
Sabtu, 13 Oktober 2012 - 14:17 WIB
Gerindra bantah jadi penumpang gelap
A
A
A
Sindonews.com - Partai Gerindra membantah anggapan yang menyebut partai binaan Prabowo Subianto itu sebagai penumpang gelap dalam kemenangan pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (Jokowi-Ahok).
Ketua DPD DKI partai Gerindra M Taufik mengatakan, Partai Gerindra adalah partai yang mengawal, dan menjadi pengemudi bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pemenangan pasangan Jokowi-Ahok.
"Kita pengemudi, bersama-sama dengan PDIP, bukan penumpang" ujar Taufik usai diskusi 'Polemik' Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2012).
Menurut Taufik, kemenangan Jokowi adalah kemenangan warga Jakarta. Hal ini sekaligus menjadi pembantah tidak ada partai politik (parpol) yang memanfaatkan kemenangan terhadap pasangan kotak-kotak ini.
Taufik menambahkan, sangat tidak benar kalau Gerindra dinilai hanya menjadi penumpang gelap dalam kemenangan Jokowi-Ahok. Sebab, dalam kontrak politik yang ditanda tangani, tidak ada aturan yang mengikat bagi pasangan Calon.
"Enggak ada yang jadi penumpang. Kita juga enggak merasa tertumpangi oleh siapa-siapa," pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat kerja nasional (Rakernas) PDIP di Surabaya menganggap, ada pihak yang sengaja menjadi "penumpang gelap" dalam kemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok.
Ketua DPD DKI partai Gerindra M Taufik mengatakan, Partai Gerindra adalah partai yang mengawal, dan menjadi pengemudi bersama Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dalam pemenangan pasangan Jokowi-Ahok.
"Kita pengemudi, bersama-sama dengan PDIP, bukan penumpang" ujar Taufik usai diskusi 'Polemik' Sindo Radio di Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (13/10/2012).
Menurut Taufik, kemenangan Jokowi adalah kemenangan warga Jakarta. Hal ini sekaligus menjadi pembantah tidak ada partai politik (parpol) yang memanfaatkan kemenangan terhadap pasangan kotak-kotak ini.
Taufik menambahkan, sangat tidak benar kalau Gerindra dinilai hanya menjadi penumpang gelap dalam kemenangan Jokowi-Ahok. Sebab, dalam kontrak politik yang ditanda tangani, tidak ada aturan yang mengikat bagi pasangan Calon.
"Enggak ada yang jadi penumpang. Kita juga enggak merasa tertumpangi oleh siapa-siapa," pungkasnya.
Sebelumnya Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dalam Rapat kerja nasional (Rakernas) PDIP di Surabaya menganggap, ada pihak yang sengaja menjadi "penumpang gelap" dalam kemenangan pasangan calon gubernur DKI Jakarta Jokowi-Ahok.
(rsa)