SBY tak hadir di Bali, bukan karena teror bom

Jum'at, 12 Oktober 2012 - 13:55 WIB
SBY tak hadir di Bali,...
SBY tak hadir di Bali, bukan karena teror bom
A A A
Sindonews.com - Ketidakhadiran Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dalam acara peringatan Bom Bali 1 menimbulkan banyak pertanyaan. Semula ketidakhadiran SBY karena sakit, namun belakangan dikabarkan karena menghindari ancaman teror bom di lokasi peringatan itu.

Namun kabar itu dibantah keras pihak Istana. Menurut Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha pihaknya mendapatkan informasi situasi dan kondisi di Bali aman.

"Di sana aman, tidak ada ancaman seperti itu," tegas Julian Aldrin Pasha di Istana Negara Jakarta, Jumat (12/10/2012).

Presiden diakui Julian memang tidak hadir, tapi telah memerintahkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, untuk menghadiri peringatan tersebut sebagai wakil pemerintah.

Terkait kehadiran Perdana Menteri Australia Julia Giliard dalam acara tersebut, bukan dalam kapasitas kunjungan kenegaraan, sehingga Presiden tak wajib untuk menghadiri acara tersebut.

"Perlu diketahui kehadiran PM Australia sebagi kapasitas beliau tidak dalam state visit atau kunjungan kenegaraan. Hanya sifatnya peringatan. Tentu Bapak SBY tidak wajib datang," paparnya.

Kendati yang hadir Menlu, sambung Julian, hal itu tidak mengurangi perhatian dan rasa prihatin pemerintah kepada para korban tragedi bom Bali I tersebut.

"Tentu meskipun Menlu, bukan bapak Presiden secara langsung tidak mengurangi perhatian, prihatin bapak Presiden terhadap makna dan arti peringatan tersebut," kata Julian.

Apakah ada pesan khusus Presiden kepada Menlu yang hadir di sana? Julian mengatakan, selama 10 tahun pasca tragedi tersebut, hubungan antara Indonesia dengan Australia berjalan baik.

"Peringatan ini telah membawa hal yang konstruktif selama 10 tahun. Hubungan Australia-Indonesia berjalan lebih baik dalam hal kerja sama dan strategis meningkat. Kesepahaman antisipasi teror, kesepahaman kedua negara terkait bahaya teroris dan kedua rakyat sepakat menciptakan keadaan lebih aman," katanya.
(lns)
Berita Terkait
18 Tahun Tragedi Bom...
18 Tahun Tragedi Bom Bali dan Doa yang Tak Pernah Putus
Film Dokumenter Bom...
Film Dokumenter Bom Bali Diputar, Penyintas dan Keluarga Kecewa
Umar Patek Ikut Program...
Umar Patek Ikut Program Deradikalisasi, Media Australia Soroti Tingkat Keberhasilannya
Ali Imron: Pelaku Bom...
Ali Imron: Pelaku Bom Bali Alumni Akmil Mujahidin Afganistan
20 Tahun Peringatan...
20 Tahun Peringatan Tragedi Bom Bali, Kadensus 88 Antiteror Ajak Rawat Kehidupan
Peringatan 19 Tahun...
Peringatan 19 Tahun Bom Bali
Berita Terkini
Momen Keakraban Cak...
Momen Keakraban Cak Imin, Dasco, dan Angela Tanoesoedibjo di Harlah ke-28 PKB
Hadiri Harlah ke-28...
Hadiri Harlah ke-28 PKB, Partai Perindo Ajak Kolaborasi Bangun Ekonomi Kerakyatan
Prabowo Singgung Londo...
Prabowo Singgung Londo Ireng: Sekarang Pakai Baju Wartawan, Pengamat, hingga LSM
Dokter Tifa Sudah Siapkan...
Dokter Tifa Sudah Siapkan 2.000 Pertanyaan untuk Jokowi jika Sidang Berlanjut
Perjalanan Rapat Istana...
Perjalanan Rapat Istana Sempat Tertunda, Mentan Amran Turun Tangan Selamatkan Korban Kecelakaan
Eksepsi Dokter Tifa...
Eksepsi Dokter Tifa Dikabulkan Hakim, Pengacara Jokowi Tawarkan Restorative Justice
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved