Pria nekat merantai diri di KPK
Selasa, 09 Oktober 2012 - 13:19 WIB
Pria nekat merantai diri di KPK
A
A
A
Sindonews.com - Seorang pria yang diketahui bernama Sri Sudarjo (38), nekat mengikat dirinya dengan rantai di tangga teralis di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Rantai yang disematkan Sudarjo lengkap dengan dua buah gembok warna putih. Dia mengaku telah menyematkan gembok tersebut sejak dari kampung halamannya.
Sebelum mengikatkan diri, dia membentangkan spanduk bertuliskan 'Posko pengaduan Kriminalisasi oleh Kepolisian RI terhadap aktivis atau pejuang HAM pemberantasan korupsi dan pembelaan rakyat'.
"Rantainya saya bawa dari NTB. Gemboknya juga saya bawa dari NTB," kata Sudarjo dengan tubuh terantai di tralis tangga pintu utama gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Aksi nekat Sudarjo ini disebutnya sebagai simbol keprihatinan atas kriminalisasi yang masih merongrong kebenaran. Menurutnya HAM di Indonesia telah terkunci rapat dan sulit terbuka.
"Kunci gembok itu kubuang. Dengan maksud, tidak akan terlepas di negeri ini, HAM akan terbuang dari negeri ini," tegasnya.
Sudarjo mengaku sudah empat hari berada di Jakarta. Selama beberapa hari lalu itu dia menginap di kantor Komnas HAM untuk menyatakan sikap atas maraknya kriminalisasi terhadap para aktivis dan para pembela pemberantasan korupsi.
Sudarjo yakin para koruptor tidak akan mempunyai keberanian untuk melakukan seperti apa yang telah dilakukannya. Seperti Nazaruddin.
"Kalau para koruptor tidak mungkin seperti ini, kalau para koruptor justru mendapat tempat perlindungan," tegasnya.
Sebelumnya Sudarjo yang mengenakan jaket warna gelap dan celana jins itu mendatangi Gedung KPK sekira pukul 11.30 WIB. Dia terlihat datang bersama temannya.
Rantai yang disematkan Sudarjo lengkap dengan dua buah gembok warna putih. Dia mengaku telah menyematkan gembok tersebut sejak dari kampung halamannya.
Sebelum mengikatkan diri, dia membentangkan spanduk bertuliskan 'Posko pengaduan Kriminalisasi oleh Kepolisian RI terhadap aktivis atau pejuang HAM pemberantasan korupsi dan pembelaan rakyat'.
"Rantainya saya bawa dari NTB. Gemboknya juga saya bawa dari NTB," kata Sudarjo dengan tubuh terantai di tralis tangga pintu utama gedung KPK, Jakarta, Selasa (9/10/2012).
Aksi nekat Sudarjo ini disebutnya sebagai simbol keprihatinan atas kriminalisasi yang masih merongrong kebenaran. Menurutnya HAM di Indonesia telah terkunci rapat dan sulit terbuka.
"Kunci gembok itu kubuang. Dengan maksud, tidak akan terlepas di negeri ini, HAM akan terbuang dari negeri ini," tegasnya.
Sudarjo mengaku sudah empat hari berada di Jakarta. Selama beberapa hari lalu itu dia menginap di kantor Komnas HAM untuk menyatakan sikap atas maraknya kriminalisasi terhadap para aktivis dan para pembela pemberantasan korupsi.
Sudarjo yakin para koruptor tidak akan mempunyai keberanian untuk melakukan seperti apa yang telah dilakukannya. Seperti Nazaruddin.
"Kalau para koruptor tidak mungkin seperti ini, kalau para koruptor justru mendapat tempat perlindungan," tegasnya.
Sebelumnya Sudarjo yang mengenakan jaket warna gelap dan celana jins itu mendatangi Gedung KPK sekira pukul 11.30 WIB. Dia terlihat datang bersama temannya.
(rsa)