Pidato SBY dapat apresiasi
Selasa, 09 Oktober 2012 - 08:28 WIB
Pidato SBY dapat apresiasi
A
A
A
Sindonews.com - Pidato Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terkait kisruh antara KOmisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri sudah tepat. Pasalnya, kasus korupsi yang ada di KOrlantas Polri ditangani oleh KPK.
"Saya mengapresiasi itu. Kita kira SBY itu sudah tepat yah," kata tim Kuasa Hukum Kompol Novel Baswedan, Haris Azhar kepada Sindonews, Selasa (9/10/2012).
Namun haris tetap menyayangkan, ketidaktegasan SBY dalam membongkar pernyataan Polri terkait fakta-fakta yang dituduhkan kepada kliennya itu. Padahal, hal tersebut bisa saja dilakukan oleh SBY untuk membuat tim independen.
"SBY tidak tegas soal itu, paling tidak SBY bisa membongkar fakta secara independen. dengan cara membuat tim independen membongkar fakta fakta kasus insiden 2004 silam," kata aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini.
Lanjutnya, SBY juga sudah mengatakan bahwa kejadian 2004 itu merupakan insiden yang sudah lama terjadi.
Sebelumnya diberitakan, Kompol Novel diketahui pernah bertugas di Polda Bengkulu pada 2004 silam. Saat bertugas, Kompol Novel sempat menembak penjahat yang melarikan diri, dan peluru yang dilepaskannya salah sasaran mengenai warga sipil.
Kompol Novel sendiri merupakan salah satu penyidik Polri di KPK yang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan simulator motor dan mobil di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Bahkan, dari informasi yang dihimpun diketahui jika Kompol Novel merupakan inisiator dibongkarnya kasus yang melibatkan sejumlah perwira Polri tersebut.
"Saya mengapresiasi itu. Kita kira SBY itu sudah tepat yah," kata tim Kuasa Hukum Kompol Novel Baswedan, Haris Azhar kepada Sindonews, Selasa (9/10/2012).
Namun haris tetap menyayangkan, ketidaktegasan SBY dalam membongkar pernyataan Polri terkait fakta-fakta yang dituduhkan kepada kliennya itu. Padahal, hal tersebut bisa saja dilakukan oleh SBY untuk membuat tim independen.
"SBY tidak tegas soal itu, paling tidak SBY bisa membongkar fakta secara independen. dengan cara membuat tim independen membongkar fakta fakta kasus insiden 2004 silam," kata aktivis Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) ini.
Lanjutnya, SBY juga sudah mengatakan bahwa kejadian 2004 itu merupakan insiden yang sudah lama terjadi.
Sebelumnya diberitakan, Kompol Novel diketahui pernah bertugas di Polda Bengkulu pada 2004 silam. Saat bertugas, Kompol Novel sempat menembak penjahat yang melarikan diri, dan peluru yang dilepaskannya salah sasaran mengenai warga sipil.
Kompol Novel sendiri merupakan salah satu penyidik Polri di KPK yang menangani kasus dugaan korupsi pengadaan simulator motor dan mobil di Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri. Bahkan, dari informasi yang dihimpun diketahui jika Kompol Novel merupakan inisiator dibongkarnya kasus yang melibatkan sejumlah perwira Polri tersebut.
(mhd)