PDIP minta Nanan daftar ke DPP
Senin, 08 Oktober 2012 - 15:36 WIB
PDIP minta Nanan daftar ke DPP
A
A
A
Sindonews.com - Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Polisi Nanan Sukarna dikabarkan akan mengundurkan diri dari Polri. Nanan dikabarkan maju sebagai calon Gubernur Jabar dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Sekjen DPP PDI Perjungan Tjahjo Kumolo mengatakan, Nanan Sukarna telah melakukan komunikasi politik. Namun PDIP tetap akan melakukan survei terlebih dahulu.
"Saya ketemu terus sama dia, pertama kalau Pak Nanan bilang mau maju Pilgub Jabar ke saya. Kalau memang memenuhi persyaratan, beliau berminat, loh silakan mendaftar melalui DPP, tapi tetap kami survei," ujar Tjahjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Mekanisme survei, lanjut anggota Komisi I DPR ini bukan satu-satunya alat untuk menentukan cagub yang akan diusung pada Pilgub Jabar. "Walaupun survei bukanlah alat satu-satunya," terangnya.
Tjahjo mengaku, kenal dekat dengan jendral bintang 3 tersebut. "Saya dekat sama dia, kan sudah lama sebelum dia bintang 3, sejak dia jadi Kapolwil Polres Bogor. Sering ketemu, ngopi bareng," ungkapnya.
Selain merapat ke PDIP, Nanang juga mengaku telah dilamar oleh dua partai politik supaya maju dalam Pilgub Jabar. "Sering (bertemu), memang dia bilang menawarkan tidak hanya ke PDIP saja, tapi ada 2-3 yang melamar dia," kata dia.
Selain nama Nanang, ada pegawai pajak Jawa Barat yang berminat maju dari partai yang dikomandani Megawati Soekarnoputri ini. "Ada dua, salah satunya dia. Satunya dari pegawai pajak Jabar," pungkasnya.
Sekjen DPP PDI Perjungan Tjahjo Kumolo mengatakan, Nanan Sukarna telah melakukan komunikasi politik. Namun PDIP tetap akan melakukan survei terlebih dahulu.
"Saya ketemu terus sama dia, pertama kalau Pak Nanan bilang mau maju Pilgub Jabar ke saya. Kalau memang memenuhi persyaratan, beliau berminat, loh silakan mendaftar melalui DPP, tapi tetap kami survei," ujar Tjahjo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (8/10/2012).
Mekanisme survei, lanjut anggota Komisi I DPR ini bukan satu-satunya alat untuk menentukan cagub yang akan diusung pada Pilgub Jabar. "Walaupun survei bukanlah alat satu-satunya," terangnya.
Tjahjo mengaku, kenal dekat dengan jendral bintang 3 tersebut. "Saya dekat sama dia, kan sudah lama sebelum dia bintang 3, sejak dia jadi Kapolwil Polres Bogor. Sering ketemu, ngopi bareng," ungkapnya.
Selain merapat ke PDIP, Nanang juga mengaku telah dilamar oleh dua partai politik supaya maju dalam Pilgub Jabar. "Sering (bertemu), memang dia bilang menawarkan tidak hanya ke PDIP saja, tapi ada 2-3 yang melamar dia," kata dia.
Selain nama Nanang, ada pegawai pajak Jawa Barat yang berminat maju dari partai yang dikomandani Megawati Soekarnoputri ini. "Ada dua, salah satunya dia. Satunya dari pegawai pajak Jabar," pungkasnya.
(san)