Film murahan beredar, bangsa ini primitif
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 13:54 WIB
Film murahan beredar, bangsa ini primitif
A
A
A
Sindonews.com - Setelah 2010, memang peredaran film horor, kekerasan dan berbau seks menurun. Namun, masih adanya film murahan yang beredar saat ini, jelas mempengaruhi mental generasi muda.
Hal itu disesali oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Wiendu Nuryanti.
"Film yang membodohkan dan membuat bangsa ini seperti bangsa primitif karena tidak mampu membuat film dengan baik," kata Wiendu, saat ditemui di Gedung Kemendikbud, Sudirman, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Dia menjelaskan, perlu adanya kesadaran di tiap keluarga untuk melarang anaknya melihat film 17 tahun keatas.
Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Nunus Supardi menambahkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada semua produser untuk mengimbangi peredaran film mainstream (film luar).
"Padahal pada era 1980-an perfilman Indonesia sempat memiliki sejarah gemilang di tanah air di mana banyak film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal," tandasnya.
Hal itu disesali oleh Wakil Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Wamendikbud) Wiendu Nuryanti.
"Film yang membodohkan dan membuat bangsa ini seperti bangsa primitif karena tidak mampu membuat film dengan baik," kata Wiendu, saat ditemui di Gedung Kemendikbud, Sudirman, Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Dia menjelaskan, perlu adanya kesadaran di tiap keluarga untuk melarang anaknya melihat film 17 tahun keatas.
Wakil Ketua Lembaga Sensor Film (LSF) Nunus Supardi menambahkan, pihaknya sudah melakukan pendekatan kepada semua produser untuk mengimbangi peredaran film mainstream (film luar).
"Padahal pada era 1980-an perfilman Indonesia sempat memiliki sejarah gemilang di tanah air di mana banyak film Indonesia merajai bioskop-bioskop lokal," tandasnya.
(maf)