Komisi I dorong TNI perkuat alutsista
Jum'at, 05 Oktober 2012 - 09:55 WIB
Komisi I dorong TNI perkuat alutsista
A
A
A
Sindonews.com - HUT Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang ke 67 merupakan momentum untuk merefleksikan supaya peran TNI semakin nampak untuk menjaga pertahanan Negara.
Ketua komisi I, Mahfudz Siddiq menyatakan dewan akan berupaya melakukan upaya untuk meningkatkan peran TNI menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mahfudz menjelaskan pertama dengan memastikan modernisasi alat utama sistim pertahanan (alutsista) dalam tiga tahap rencana strategis untuk mencapai minimun essential force (kekuatan penting) pada 2025 berjalan lancar dan tepat.
"Supaya postur pertahanan negara kita mampu menjaga NKRI dan efek deterrence (pencegahan) yang kuat," ujar Mahfudz melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Kemudian, lajut Mafudz peningkatan standar profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI berikut sarana-prasarana pendukungnya.
Terakhir, menjadi motor dalam pengembangan dan pemberdayaan industri pertahanan nasional.
"Sehingga pada 2025, Indonesia telah mampu meraih kemandirian alutsista," ujarnya.
Untuk mendorong semua itu, imbuh wakil Sekjen PKS ini, Komisi I yang membidangi pertahanan mendukung penuh melalui Panja Alutsista, Panja Kesejahteraan, dan Sarpras TNI, dengan melahirkan UU Industri Pertahanan.
"Kebijakan politik pemerintahan saat ini yang telah memberi porsi perhatian lebih besar terhadap sektor pertahanan," pungkasnya.
Ketua komisi I, Mahfudz Siddiq menyatakan dewan akan berupaya melakukan upaya untuk meningkatkan peran TNI menjaga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Mahfudz menjelaskan pertama dengan memastikan modernisasi alat utama sistim pertahanan (alutsista) dalam tiga tahap rencana strategis untuk mencapai minimun essential force (kekuatan penting) pada 2025 berjalan lancar dan tepat.
"Supaya postur pertahanan negara kita mampu menjaga NKRI dan efek deterrence (pencegahan) yang kuat," ujar Mahfudz melalui pesan singkatnya kepada wartawan di Jakarta, Jumat (5/10/2012).
Kemudian, lajut Mafudz peningkatan standar profesionalisme dan kesejahteraan prajurit TNI berikut sarana-prasarana pendukungnya.
Terakhir, menjadi motor dalam pengembangan dan pemberdayaan industri pertahanan nasional.
"Sehingga pada 2025, Indonesia telah mampu meraih kemandirian alutsista," ujarnya.
Untuk mendorong semua itu, imbuh wakil Sekjen PKS ini, Komisi I yang membidangi pertahanan mendukung penuh melalui Panja Alutsista, Panja Kesejahteraan, dan Sarpras TNI, dengan melahirkan UU Industri Pertahanan.
"Kebijakan politik pemerintahan saat ini yang telah memberi porsi perhatian lebih besar terhadap sektor pertahanan," pungkasnya.
(ysw)