RUU Anti Rokok rawan deal-deal dengan perusahaan rokok

Senin, 01 Oktober 2012 - 20:41 WIB
RUU Anti Rokok rawan...
RUU Anti Rokok rawan deal-deal dengan perusahaan rokok
A A A
Sindonews.com - Pembahasan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perlindungan Kesehatan Rakyat terhadap bahaya rokok di DPR terhenti sejak setahun lalu. Para inisiator RUU yang tergabung dalam Kaukus Kesehatan DPR pun mendorong agar RUU itu dibahas lagi.

Namun anggota Komisi IX DPR RI Poempida Hidayatulloh mengaku ragu akan keseriusan para inisiator RUU Anti Rokok itu.
Pada dasarnya, dia mendukung adanya RUU Anti Rokok, tapi dia harus melihat dulu bukti statistik bahaya rokok.

"Saya mendukung RUU Anti Rokok untuk melindungi kesehatan rakyat dari bahaya rokok, tetapi saya minta bukti statistiknya terlebih dahulu", ujarnya melalui rilis, Senin (1/10/2012).

Dia mempertanyakan apakah RUU Anti Rokok memang cukup signifikan, sehingga memang diperlukan suatu undang-undang (UU).

Politikus Partai Golkar ini menilai masalah propaganda untuk menekan perokok pemula sudah cukup gencar dan banyak peraturan yang mendukung tersebut. MUI juga sudah mengeluarkan fatwa haram untuk perokok di bawah umur.

Dirinya justru mencemaskan para inisiator RUU Anti Rokok ini ingin mencari peluang untuk membuat deal dengan perusahaan rokok. "Jangan-jangan nanti para inisiator ini yang memulai mereka juga yang mundur," kritik Poempida.

Sebab, Poempida melihat para inisiator itu tidak memiliki keyakinan untuk dapat menggolkan RUU tersebut. "Maklum belakangan ini banyak yang suka deal-deal seperti itu," ujarnya.

Indonesia kerapkali melahirkan regulasi- regulasi. Pelbagai regulasi yang mengatur segala aspek kehidupan bangsa ada. Namun dalam prakteknya, lemah implementasinya.

"Saya melihat, banyak hal di Indonesia yang selalu 'over-regulated'. Tetapi dari segi implementasi miskin 'follow up', karena kurang mampunya pengawasan dan tidak konsistennya penegakkan hukum," kritiknya.
(lns)
Berita Terkait
Buruh Rokok Tolak RUU...
Buruh Rokok Tolak RUU Kesehatan
Senat AS Loloskan Paket...
Senat AS Loloskan Paket RUU Anti Teknologi China
Loloskan RUU Anti Teknologi...
Loloskan RUU Anti Teknologi China, Beijing: AS Paranoid!
Ditekan Barat, Presiden...
Ditekan Barat, Presiden Uganda Tolak Teken RUU Anti-LGBT
Pasal Tembakau dalam...
Pasal Tembakau dalam RUU Kesehatan Dinilai Berpotensi Mematikan Industri Rokok
BEI Bikin Indeks Saham...
BEI Bikin Indeks Saham yang Anti-Kontroversi: Saham Rokok Masuk di Dalamnya
Berita Terkini
Ajukan Tambahan Anggaran...
Ajukan Tambahan Anggaran Rp762 Miliar, KPK: Kami Tidak Muluk-muluk
Prabowo Batal Hadiri...
Prabowo Batal Hadiri KTT ASEAN-Rusia, Istana Ungkap Alasannya
Dharma Pongrekun Rombak...
Dharma Pongrekun Rombak 85% Gugatan UU Kesehatan di MK
Taiwan, Identitas, dan...
Taiwan, Identitas, dan Politik Pengakuan: Membaca Ulang Perdebatan Lintas Selat
Kebebasan Berpendapat,...
Kebebasan Berpendapat, Rembuk Pemuda Ajak Generasi Muda Rawat Nilai Intelektual
KPK Periksa Mantan Stafsus...
KPK Periksa Mantan Stafsus Menag Gus Yaqut terkait Kasus Kuota Haji
Infografis
10 Negara dengan Cadangan...
10 Negara dengan Cadangan Emas Terbesar Dunia, AS Masih Teratas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved