Bom di Ambon merupakan bom ikan
Senin, 01 Oktober 2012 - 16:50 WIB
Bom di Ambon merupakan bom ikan
A
A
A
Sindonews.com - Bom yang meledak di kawasan Terminal Pasar Mardika Ambon, tepatnya di depan Toko Dewi, Senin 1 Oktober 2012, sekira pukul 01.05 WITA dini hari pagi tadi diketahui merupakan jenis bom ikan.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, bom rakitan tersebut terbuat dari pipa yang dijadikan casing dari bom rakitan tersebut.
Bom rakitan itu, terdiri dari dua batang pipa yang diletakkan di depan pagar dengan panjang masing-masing 2,5 cm, dan 5 cm. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun ada sedikit kerusakan di lokasi kejadian akibat ledakan bom rakitan tersebut.
"Tidak ada serpihan logam. Akibat dampak itu sedang dilakukan pemeriksaan. Ada sedikit kerusakan di lokasi ditempatkan barang itu. Jenisnya bom ikan," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Pihak kepolisian sampai saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Sampai siang tadi, petugas melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sampai saat ini belum ada yang ditahan dalam kasus ini.
"Sedang kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi. Kita periksa dua saksi. Proses olah TKP dilakukan dari pagi hingga siang hari ini. Belum ada yang ditahan, baru pemeriksaan saksi saja. Karena memang minimnya saksi dikarenakan terjadi pada dini hari," tukas Boy.
Berdasarkan keterangan dari Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Boy Rafli Amar, bom rakitan tersebut terbuat dari pipa yang dijadikan casing dari bom rakitan tersebut.
Bom rakitan itu, terdiri dari dua batang pipa yang diletakkan di depan pagar dengan panjang masing-masing 2,5 cm, dan 5 cm. Meskipun tidak ada korban jiwa, namun ada sedikit kerusakan di lokasi kejadian akibat ledakan bom rakitan tersebut.
"Tidak ada serpihan logam. Akibat dampak itu sedang dilakukan pemeriksaan. Ada sedikit kerusakan di lokasi ditempatkan barang itu. Jenisnya bom ikan," kata Boy di Mabes Polri, Jakarta, Senin (1/10/2012).
Pihak kepolisian sampai saat ini masih melakukan pendalaman terhadap kasus ini. Sampai siang tadi, petugas melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi yang ada dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sampai saat ini belum ada yang ditahan dalam kasus ini.
"Sedang kita lakukan pemeriksaan terhadap saksi. Kita periksa dua saksi. Proses olah TKP dilakukan dari pagi hingga siang hari ini. Belum ada yang ditahan, baru pemeriksaan saksi saja. Karena memang minimnya saksi dikarenakan terjadi pada dini hari," tukas Boy.
(rsa)